Ketua DPP Golkar Ricky Rahmadi Sebut Minat Bekerja ke Korea Selatan Terbilang Tinggi

Jumat, 6 Desember 2019 14:12 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Ketua DPP Golkar Ricky Rahmadi Sebut Minat Bekerja ke Korea Selatan Terbilang Tinggi Ricky Rachmadi dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP Golkar Bidang Ekonomi Kreatif (Ekokraf) Ricky Rahmadi mengungkapkan, minat calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk bekerja ke Korea Selatan melalui program Goverment to Goverment (G to G) masih terbilang tinggi.

"Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar untuk sektor manufaktur pada 2019 yakni 24.952 orang," jelas Ricky di Jakarta, Jumat (6/12).

Ricky mengatakan, penempatan PMI ke Korea Selatan sudah dilakukan sejak tahun 2008 hingga 2019. Adapun Indonesia mendapatkan kuota penempatan PMI yang cukup banyak oleh karena PMI dipandang memiliki kualitas dan etos kerja baik dibanding tenaga kerja dari negara lain yang ada di Korea.

Jumlah penempatan PMI sepanjang 2019 dari Januari sampai 30 November lalu sebanyak 5.385 PMI, terdiri 4.223 PMI reguler dan 1.162 PMI untuk pekerjaan khusus. Sedangkan PMI Re-entry sebanyak 3.956 PMI yang terdiri dari sektor manufaktur dan 1.429 PMI sektor fishing/perikanan.

"Diharapkan sampai akhir tahun ini dapat melebihi target penempatan yang telah ditetapkan HRDK (perusahaan/badan milik Pemerintahan Korea," ujarnya, tanpa menyebut angka pasti.

Tahun 2019, Indonesia mendapatkan kenaikan kuota yang menggembirakan yaitu sebanyak 8.800 orang (25,71 persen) terdiri dari sektor manufaktur sebanyak 4.900 orang dan penempatan sektor perikanan 3.900 orang.

Kemudian, pada 2019, pendapatan atau gaji pokok yang diterima oleh PMI di Korea Selatan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 1.745.150 won/bulan atau setara dengan Rp 21.639.860 setiap bulannya.

Ricky juga berpesan kepada PMI Korea agar tidak berlaku boros atau konsumtif sekembalinya ke Indonesia. "Dengan simpanannya, PMI tentu bisa membuka usaha di daerah asal masing-masing dengan modal yang didapat selama bekerja di Korea," tambahnya.

Ricky menjelaskan, tujuan menjadi PMI ke Korea Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Karena itu dari sekarang mulailah merencanakan bentuk usaha apa yang akan di jalankan ketika sudah kembali ke Indonesia," pungkas Ricky.

Terkait besarnya minat calon PMI untuk bekerja ke Korea, menurut Ricky, ke depan pemerintah perlu memprioritaskan adanya kebijakan khusus dalam bentuk reward (penghargaan) atau berupa kemudahan dan bantuan pelayanan membuka usaha bagi para PMI eks Korea. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita BNP2TKI
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini