Ketakutan dan trauma mendalam perempuan korban peras payudara di Depok

Selasa, 17 Juli 2018 22:04 Reporter : Nur Fauziah
Ketakutan dan trauma mendalam perempuan korban peras payudara di Depok Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - SHT (20) korban peremasan payudara di Depok masih trauma. Rasa takut akibat pelecehan yang terjadi dua hari lalu masih membekas dalam ingatannya. Bahkan dia tidak berani tidur di rumah kosnya yang berada di samping tembok Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

"Saya sudah dua malam tidak berani tidur sendiri. Menumpang sama teman. Saya masih takut sampai sekarang," katanya,Selasa (17/7).

Sejak kejadian itu, wanita asal Cirebon ini tidak pernah berani keluar area kosan seorang diri. Dia juga belum berani berjualan kue lagi. Padahal SHT berjualan kue untuk menambah uang demi memenuhi kebutuhan hidup.

"Belum jualan sampai sekarang. Masih trauma apalagi kalau lewat gang itu (Swadaya 2)," ucapnya.

Dia menceritakan, kejadian tidak menyenangkan itu dialami dua kali pada Minggu pagi kemarin. Hanya saja lokasinya berbeda, namun tidak berjauhan. Di lokasi pertama SHT hanya bisa terdiam karena kaget. Kejadian kedua dia sempat menegur pelakunya.

"Saya tapi malah diancam. Saya bilang jangan begitu kak. Saya malah dipukul dan diancam akan dibunuh," ungkapnya.

Mendapat ancaman itu, SHT spontan berteriak. Kue dagangannya bahkan sampai berantakan. Beruntung saat itu ada warga yang langsung datang.

"Ibu yang melihat kejadian itu juga dengar apa yang diomongin pelakunya. Karena ada orang jadi pelakunya lari," ceritanya.

Temannya sempat mengejar pelaku yang tancap gas menggunakan motor matic warna hitam. Sayanganya jejaknya tak dapat diikuti.

"Sampai sekarang saya belum berani kemana-mana sendirian. Lapor ke polisi juga saya minta ditemani," katanya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pelecehan Seksual
  3. Depok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini