Kesederhanaan Jamu Mentjos mampu bertahan sejak 1950

Sabtu, 19 Maret 2016 08:54 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kesederhanaan Jamu Mentjos mampu bertahan sejak 1950 Jamu Mentjos. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebagai minuman tradisional, jamu masih menjadi dipilih banyak kalang untuk meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan. Jamu Bukti Mentjos menjadi bukti kuatnya nilai budaya minum jamu di tengah kehidupan masyarakat modern.

Saat duduk di kedai yang terletak di Jalan Salemba Tengah no. 48, kentalnya aroma rempah-rempah mengantarkan pengunjung ke masa lampau. Rak-rak berisi kaleng dengan label nama jenis ramuan berjajar apik, bersanding dengan lukisan perempuan menjual jamu gendong.

Telinga pun dimanjakan dengan alunan musik yang menentramkan hati. Tidak heran banyak pengunjung ingin berlama-lama duduk di kedai itu sambil menikmati jamu. Pengunjung juga dapat melihat aktivitas karyawan meracik dan mengaduk jamu.

Kedai ini dikelola Horatius Romuli atau akrab disapa Pak Mentjos. Dia merupakan genarasi ketiga yang tetap mempertahankan jamu tradisional. Dengan ramah Romuli melayani pengunjungnya. Kebanyakan sekadar konsultasi jamu atau racikan untuk meningkatkan stamina.

Jamu Mentjos 2016 Merdeka.com

"Kedai ini sudah generasi ke-3 dan ramuan Jamu Bukti Mentjos sudah dari zaman kakek dan nenek saya, kemudian orang tua dan sekarang saya yang ditunjuk untuk meneruskannya," kata Horatius saat berbincang dengan merdeka.com di kedainya, Kamis (17/3) malam.

Romuli menceritakan, kedai Jamu ini awalnya didirikan di Solo, Jawa Tengah oleh kakek dan neneknya pada pertengahan 1930-1940. Sepuluh tahun kemudian, keluarganya hijrah ke ibu kota.

"Awal namanya bukan Bukti Mentjos cuma Jamu Bukti saja. Tapi karena awalnya jualan di pasar sekitar Salemba yang ada belokan atau miring di Jalan Salemba Raya jadi disebut dulu Pasar Mentjos. Dan sekarang terkenal Bukti Mentjos," paparnya.

Kedai ini memiliki 57 jenis jamu yang semua ramuannya warisan turun temurun. Mulai dari pegel linu kuat + ginseng, satria + ginseng galian singset, sijantung dan lain-lainnya. Jenis jamu yang dijual pun beragam dengan kisaran harga Rp 17.000 hingga Rp 57.000. Bahan yang digunakan untuk meracik jamu pun dihasilkan dari rempah-rempah alami Indonesia.

Tidak semua tanaman obat bisa untuk jamu. Ada tanaman khusus sebagai bahan baku pembuatan jamu dan ini berbeda dengan tanaman obat. Romuli menjelaskan bahwa kedai jamunya mempertahankan komposisi alamiah jamu.

Jamu Mentjos 2016 Merdeka.com

"Jamu memiliki syarat utama enggak boleh ada bahan tambahan, harus murni jamu. Lalu Jamu di sini memiliki ramuan sendiri atau resep sendiri yang memang diracik dari zaman nenek dan kakek saya," ungkapnya.

Romuli menceritakan makna dan filosofi jamu. Jamu tidak mewah, yang terpenting bersih, rapi dan alami. Secara sederhana, jamu dimaknai 'jagalah kesehatanmu'. "Jadi sifat jamu tidak ada efek sampingnya semua bisa meminum namun dengan takaran," ucapnya.

Pelanggan jamunya datang dari pelosok negeri. Meski semakin dikenal, dia tak berencana membuka cabang di kota-kota lain. Sebab pada prinsipnya, berjualan jamu tidak bisa bersaing dan berebut pelanggan. Konsumen datang karena merasa ada kecocokan.

"Kalau memang sudah cocok di sini ya enggak akan ke mana-mana jadi kalau sudah cocok enggak akan lari dan berpindah ke yang lain," bebernya.

"Indonesia terkenal sudah dengan rempah-rempah berlimpah sehingga saya berharap dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri," harapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini