Kerja Bakti Pembersihan Dandangan Kudus: Pemkab, TNI, Polri Bersinergi Jaga Kebersihan Lingkungan
Pemkab Kudus, TNI, dan Polri bersinergi dalam kerja bakti pembersihan Dandangan Kudus di Jalan Sunan Kudus pasca tradisi Pasar Malam Dandangan. Aksi ini wujudkan kebersihan dan tindak lanjuti arahan Presiden RI.
Pemerintah Kabupaten Kudus, bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan dinas terkait, menggelar kerja bakti massal di Jalan Sunan Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, menyusul berakhirnya tradisi Pasar Malam Dandangan yang menjadi agenda tahunan menyambut bulan Ramadhan. Aksi bersih-bersih ini bertujuan mengembalikan kebersihan area publik setelah keramaian acara.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris memimpin langsung kerja bakti tersebut, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI yang mengimbau seluruh daerah untuk aktif menggelar kegiatan serupa. Fokus utama adalah membersihkan sisa-sisa kegiatan pasar malam.
Meskipun sampah umum telah dibersihkan, masih banyak lekatan minyak serta kotoran lain yang menempel di badan jalan yang perlu ditangani secara menyeluruh. Sekitar 150 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan pembersihan menyeluruh. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memberikan contoh positif bagi masyarakat luas.
Upaya Bersama Menjaga Kebersihan Pasca-Dandangan
Kerja bakti yang melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari Pemkab Kudus, TNI, Polri, relawan, dan dinas terkait ini menunjukkan komitmen serius. Mereka bergotong royong membersihkan Jalan Sunan Kudus yang menjadi pusat keramaian selama Pasar Malam Dandangan. Upaya ini memastikan area tersebut kembali bersih dan nyaman bagi warga.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menjelaskan bahwa meskipun sampah sisa kegiatan tradisi Dandangan secara umum telah dibersihkan, masih ada tantangan. Lekatan minyak serta kotoran lain di badan jalan memerlukan penanganan khusus dan menyeluruh. "Kegiatan kurvei kebersihan ini bersama TNI, Polri, relawan, termasuk dinas terkait," ujarnya.
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan dan Danramil Kudus Kota Kapten Endro Warman membenarkan partisipasi aktif jajarannya. Mereka menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan salah satu ruas jalan yang menjadi identitas penting Kota Kudus.
Tantangan Kesadaran Lingkungan dan Dampak Ekonomi Tradisi Dandangan
Bupati Kudus mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sembarangan selama Dandangan masih perlu ditingkatkan. Data menunjukkan bahwa hanya sekitar lima persen warga yang mematuhi imbauan kebersihan. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari semua sektor agar kesadaran menjaga kebersihan semakin meningkat.
"Harapannya kita memberi contoh agar masyarakat juga menjaga kebersihan. Tapi tanpa dukungan masyarakat, kita tidak bisa apa-apa. Termasuk dalam hal memilah sampah, itu yang penting," kata Bupati Sam'ani Intakoris. Pernyataan ini menyoroti peran krusial partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, tradisi Dandangan juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Kudus. Seluruh lapak pedagang dilaporkan laku keras, baik yang berada di tengah Jalan Sunan Kudus maupun di pinggir jalan yang dikelola oleh desa-desa setempat. "Ada dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Semua berjalan. Tapi kebersihan tetap harus menjadi perhatian bersama," jelas Bupati.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, pelaksanaan tradisi Dandangan memang masih memiliki sejumlah hal yang perlu dibenahi. Hal ini menyangkut kepentingan banyak pihak serta merupakan tradisi tahunan masyarakat Kudus dalam menyambut bulan Ramadhan. "Secara umum pasti banyak yang perlu dibenahi. Nanti teman-teman akan melakukan evaluasi untuk perbaikan di tahun depan. Namun ekonomi harus tetap tumbuh," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews