Keresahan Wali Murid Sekolah Al Kareem 'Bodong' di Bekasi, Minta Foto Anak Dihapus Khawatir Jadi Bahan Komersil Medsos

Permintaan orang tua murid itu disampaikan langsung ketika mereka datang ke sekolah pada Selasa (24/6) malam untuk mediasi.

Enriko
Oleh Enriko - Reporter
Keresahan Wali Murid Sekolah Al Kareem 'Bodong' di Bekasi, Minta Foto Anak Dihapus Khawatir Jadi Bahan Komersil Medsos
Keresahan Wali Murid Sekolah Al Kareem 'Bodong' di Bekasi, Minta Foto Anak Dihapus Khawatir Jadi Bahan Komersil Medsos (Merdeka.com)

Wali murid Al Kareem Islamic School meminta agar seluruh foto yang memuat anak-anak mereka di media sosial milik sekolah tersebut supaya dihapus. Karena mereka khawatir anaknya menjadi bahan komersil dari sekolah yang diduga telah melakukan penipuan tersebut.

"Jadi kami memperjuangkan hak anak kami untuk di-take down seperti Instagram terus ada YouTube Al Kareem kemudian foto anak kami yang tadinya dikomersilkan agar menarik siswa baru, itu kami tidak terima," kata Silvia Legina (30), salah satu wali murid, Rabu (25/6).

sekolah bodong al kareem di bekasi
sekolah bodong al kareem di bekasi merdeka.com

Permintaan orang tua murid itu disampaikan langsung ketika mereka datang ke sekolah pada Selasa (24/6) malam untuk mediasi. Namun saat itu pihak pengelola sekolah tidak hadir.

"Jadi agendanya adalah untuk mengumpulkan para pihak dari yayasan, tapi wanprestasi lagi, yang datang hanya mertua dari ketua yayasan," ucap Silvia.

Tuntut Sekolah Tanggung Jawab

Pada agenda mediasi tersebut, lanjut Silvia, para wali murid menginginkan adanya pertanggungjawaban dari pihak sekolah. Seperti mengganti kerugian materi yang telah dialami wali murid.

"Kami mau pertanggungjawaban dari pihak yayasan, itu pokoknya seperti apa, seperti materi yang sebenarnya banyak, karena anak kami sudah sekolah di situ, tapi tetap hukum terus berjalan dan laporan tetap berjalan," ungkapnya.

"Kami sudah sabar dari kemarin-kemarin, karena kami sudah menunggu dan meminta itikad baik, tapi ternyata sampai saat ini tidak ada itikad baiknya dari pihak yayasan," tambah Silvia.

Pada pertemuan dengan agenda mediasi yang digelar malam hari itu, wali murid dikejutkan dengan kedatangam teknisi AC ke sekolah tersebut. Ternyata kedatangan teknisi itu untuk mencopot dan membawa seluruh AC karena belum lunas dibayar.

"Iya, ternyata AC-nya masih ngutang, jadinya diangkutin sama tukang leasing AC, AC sudah dicopot karena belum lunas, lalu ada beberapa kursi yang tadinya di sekolah ini ternyata punya fasilitas dari area ini, karena si sekolah ini masih nyewa bangunannya, jadinya bukan punya sekolah," ungkap Silvia.

Sekolah Disegel

Al Kareem Islamic School saat ini telah disegel oleh pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pendidikan. Sementara kasus dugaan penipuan ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan teregistrasi dengan nomor : LP/B/1336/VI/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang tua murid merasa tertipu oleh pihak Al Kareem Islamic School. Karena sekolah yang 'menjual' konsep Islamic International School menggunakan kurikulum Cambridge itu ternyata tidak sesuai fakta.

Beberapa dugaan penipuan yang dialami orang tua murid di antaranya, fasilitas yang tidak sesuai, tidak adanya penerapan kurikulum Cambridge di sekolah, dan konsep belajar yang tidak seperti sekolah internasional pada umumnya.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi, sekolah yang baru berdiri sekitar dua tahun yang lalu itu belum memiliki izin operasional untuk jenjang SD. Kini sekolah tersebut telah disegel sejak Selasa (17/6) kemarin dan tidak diperbolehkan untuk merekrut murid baru.

Rekomendasi