Kepanikan Pendaki di Bibir Kawah Gunung Dempo saat Erupsi Terjadi, Semua Teriak Turun

Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan, kembali erupsi. Meski dalam dua bulan terakhir sudah dua kali erupsi, status gunung itu tetap pada level waspada.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Kepanikan Pendaki di Bibir Kawah Gunung Dempo saat Erupsi Terjadi, Semua Teriak Turun
Kepanikan Pendaki di Bibir Kawah Gunung Dempo saat Erupsi Terjadi, Semua Teriak Turun (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penampakan erupsi terekam kamera pendaki yang berada di bibir kawah gunung, Senin (21/8) pukul 09.00 WIB. Videonya pun viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial, seperti akun Instagram @pagaralam_insta.

Nampak kepanikan dari perekam dan rekan sesama pendaki saat abu putih bercampur hitam membumbung tinggi dari gunung yang memiliki ketinggian 3.195 mdpl itu.
Dok. Istimewa
Sontak mereka bergegas menyelamatkan diri karena khawatir abu erupsi mengarah ke mereka.
Dok. Istimewa

"Turun turun turun," begitu kata perekam seperti dalam video yang dikutip merdeka.com, Selasa (22/8).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dempo Megian mengungkapkan, status Gunung Api Dempo masih berada di level 2 atau waspada. Pendaki diimbau menjauhi bibir kawah dengan radius 1 kilometer dan 2 km dari sektor utara bukaan kawah.

Sementara di sekitar areal wisata kebun teh dan di kaki gunung masih aman dikunjungi. Hanya, masyarakat diminta tetap waspada.
Dok. Istimewa

"Kemarin terjadi erupsi dan sampai hari ini berstatus waspada," ungkap Megian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

PVMBG terus memantau perkembangan Gunung Dempo. Untuk memudahkan pemantauan, dipasang kamera CCTV di sekitar kawah yang dapat memantau secara real time sehingga petugas tak perlu naik.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemudian data seismik seperti intensitas tremor di sekitar kawah atau data gempa tektonik juga dan rutin dilaporkan ke PVMBG pusat untuk dianalisa yang nantinya akan menentukan status Gunung Dempo.

"Pengamatan visual diminimalisir, sudah kita lengkapi peralatan lengkap," ujarnya.
Dok. Istimewa

Megian juga meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan peristiwa aneh di sekitar gunung. Gejala fenomena alam seperti hewan liar mulai turun dan berkeliaran di perkampungan juga mesti diinformasikan sebagai data analisa tambahan. "Untuk meningkatkan status perlu analisa dari situasi yang terjadi, dari sana bisa diambil kebijakan lanjutan," pungkasnya.

Rekomendasi