Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala BIN: Kampus jadi target kelompok radikal mobilisasi calon teroris baru

Kepala BIN: Kampus jadi target kelompok radikal mobilisasi calon teroris baru Budi Gunawan Kepala BIN. ©2016 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan, sekitar 39 persen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi telah terpapar paham radikal. Dia menjelaskan 15 provinsi di Indonesia menjadi perhatian pergerakan radikalisme tersebut.

Dari penelitian itu juga diketahui tiga perguruan tinggi di Indonesia mendapat perhatian karena kondisinya bisa menjadi basis penyebaran paham radikal. Namun, Budi tidak mengungkapkan identitas ketiga perguruan tinggi itu.

Seperti dilansir dari Antara, berdasarkan penelitian tersebut, lanjut dia, juga diketahui peningkatan paham konservatif keagamaan. Dari survei yang dilakukan diperoleh data 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam.

"Kondisi ini mengkhawatirkan karena mengancam keberlangsungan NKRI," katanya, Sabtu (28/4).

Kondisi itu, lanjut dia, juga diperkuat dengan keterlibatan seorang pemuda lulusan salah satu PTN yang terlibat dalam teror di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Ini semakin menegaskan bahwa lingkungan kampus sudah menjadi target bagi kelompok radikal untuk memobilisasi calon teroris baru," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, mahasiswa harus mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Budi menilai fenomena radikalisme di kalangan mahasiswa relatif sangat besar dari aspek potensi ancaman.

Dia menggarisbawahi peran strategis mahasiswa untuk mewujudkan masyarakat yang madani. Sejarah, lanjut Budi, mencatat gerakan mahasiswa yang menjadi motor perubahan di Indonesia.

"Jangan mahasiswa justru diperalat oleh kelompok radikal untuk memecah belah tatanan masyarakat yang kita bangun," tutupnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP