Kenapa Polisi Tak Juga Identifikasi Pembakar Polsek Ciracas?
Merdeka.com - Polsek Ciracas dirusak dan dibakar sejumlah orang pada Rabu (12/12) dini hari lalu. Hingga kini belum diketahui siapa pelakunya.
Sehari setelahnya, rumah warga di bilangan Cibubur juga dirusak orang tak dikenal. Koalisi Masyarakat Sipil diwakili Ketua Amensty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mengkritisi lambatnya penegakan hukum atas kasus penyerangan di Polsek Ciracas dan rumah warga.
"Media sendiri sudah menyajikan dokumentasi yang sifatnya amatir atau semi amatir, dari video di Arundina atau di Polsek Ciracas harusnya sudah jelas (para pelakunya bisa diamankan)," kata Usman di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/12).
Usman menyayangkan, petugas lebih cepat mengungkap pengeroyokan terhadap dua anggota TNI oleh tukang parkir.
"Kami koalisi datang dengan berkoordinasi dan investigasi antara kedua peristiwa itu, dari video itu sudah jelas logika umum itu sebenarnya sudah semestinya menjadi kesimpulan awal pihak kepolisian," jelas Usman.
Dia melihat ada kesan polisi tebang pilih. Koalisi memang tak membenarkan adanya aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI, Namun, katanya, tindakan main hakim sendiri lewat pengerahan massa hingga membakar kantor polisi dan menyerang rumah warga pun harus ditindak secara tegas.
"Jadi kami justru heran kenapa polisi tak mengidentifikasi pelakunya?" kata Usman.
Menurut Usman, logika sederhana sebenarnya mudah diterapkan dalam menemukan massa pelaku pembakaran dan penyerangan.
"Harusnya video beredar itu menjadi kesimpulan awal pihak kepolisian, tapi justru kita heran kenapa polisi tidak juga identifikasi siapa pelakunya, berbeda dengan mereka identifikasi pelaku ini," heran Usman.
Koalisi menyimpulkan bahwa psikologis dihadapi Polri saat ini adalah kendala mangkraknya pengusutan pembakaran Polsek Ciracas. Lembaga penegak hukum ini dinilai takut menyampaikan fakta dari kasus yang melibatkan sipil dan militer.
"Jadi seringkali ada kendala psikologi takut, jadi kesulitan menyampaikan fakta secara lugas telah tersedia di masyarakat. dan ketakutan itu menghilangkan rasionalitas kita," jelas Usman.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya