Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan bahwa rencana keberangkatan TNI ke Gaza hanya untuk misi dukungan stabilisasi dan kemanusiaan. Pernyataan ini sekaligus membantah kabar yang beredar soal pengiriman pasukan untuk melucuti senjata Hamas.
"Terkait pemberitaan tersebut, dapat kami tegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan/medis," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Kamis (12/2).
Jenderal bintang satu ini menegaskan, pengiriman pasukan TNI ke Gaza bukan karena ingin melucuti kelompok militan Palestina yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan Israel.
"Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia," tegasnya.
Advertisement
Perdamaian dan Kemanusiaan
Ia memastikan, kehadiran atau kedatangan Indonesia untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan. Sehingga, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai.
"Adapun hal-hal yang bersifat operasional termasuk komposisi akhir unsur yang dikerahkan tetap menunggu kejelasan mandat internasional, aturan misi, serta keputusan resmi Pemerintah," ungkapnya.
"Namun prinsipnya, kontribusi Indonesia akan tetap berada dalam koridor stabilisasi, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Advertisement
Kasad Siapkan Pasukan Untuk Misi Perdamaian
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak telah mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Penyiapan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter personel yang akan ditugaskan.
Maruli menjelaskan, proses pengiriman pasukan ke Gaza masih berjalan dan memerlukan koordinasi berjenjang. Mulai dari, pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza hingga ke Mabes TNI dan Mabes Angkatan Darat.
"Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Dia menyampaikan TNI AD telah memulai persiapan internal dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian. Fokus utama penyiapan diarahkan pada kemampuan yang relevan dengan kebutuhan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik.
"Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan," jelasnya.
Advertisement
8.000 Personel Siap Dikirim
Maruli belum bisa memastikan jumlah personel TNI AD yang akan dikirimkan ke Gaza sebab menunggu hasil negosiasi dan koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI. Namun, dia memperkirakan ada sekitar 8.000 personel yang akan dikirim dalam satu brigade.
"Ya, bisa satu brigade, 5.000–8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang," katanya.