Kemenekraf secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap produksi Film Rose Pandanwangi, sebuah inisiatif kolaborasi lintas negara. Film ini diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan diplomasi budaya yang efektif bagi Indonesia. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk memperkuat subsektor film, animasi, dan video di tanah air.
Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan kesiapan kementeriannya dalam mendukung film-film Indonesia yang dirancang melalui proses kreatif berkelanjutan. Ia menyebut bahwa kolaborasi internasional dalam Film Rose Pandanwangi dapat menjadi sarana promosi warisan seni dan sejarah Indonesia. Hal ini penting untuk menjangkau pasar global secara lebih luas.
Dukungan ini disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, setelah Menteri Riefky menyaksikan langsung proses syuting film tersebut. Sinergi antara sutradara dan talenta produktif terlihat jelas, menjanjikan suguhan artistik historis yang menjadikan Film Rose Pandanwangi layak dinantikan. Film biopik ini diharapkan mampu mengukir prestasi di kancah perfilman.
Advertisement
Advertisement
Kemenekraf Dorong Film Rose Pandanwangi sebagai Jembatan Diplomasi Budaya
Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya strategi komprehensif untuk kesuksesan Film Rose Pandanwangi. Strategi tersebut mencakup kombinasi penceritaan berbasis storytelling yang kuat dan akurasi historis yang kreatif. Selain itu, diperlukan giat pemasaran yang masif untuk memastikan film ini dikenal luas.
Riefky juga menyoroti urgensi keberlanjutan ekosistem kreatif guna penguatan masa depan film biopik Indonesia. Film biopik memiliki potensi besar sebagai soft power dan branding Indonesia di mata dunia. Ini akan memungkinkan film-film tersebut tampil di berbagai festival film internasional.
Kolaborasi lintas sektor dalam perfilman Indonesia harus terus berjalan dan ekosistemnya tetap terjaga. Kemenekraf siap memberikan dukungan dari sisi perizinan untuk lokasi syuting guna memudahkan proses produksi. Hal ini krusial untuk kelancaran pembuatan film yang berkualitas.
Advertisement
Film Rose Pandanwangi tidak hanya mendokumentasikan visual audio dari penyanyi seriosa legendaris. Lebih dari itu, film ini akan menjadi Intellectual Property (IP) yang memberi legitimasi dan cakupan luas bagi narasi sejarah bangsa.
Advertisement
Kolaborasi Lintas Negara dan Proses Produksi Film Rose Pandanwangi
Film Rose Pandanwangi merupakan hasil co-production antara Indonesia, Filipina, Belanda, dan Prancis. Produksi ini digarap oleh rumah produksi Summerland Films, yang telah berdiri sejak tahun 2017. Visi utama rumah produksi ini adalah menyuarakan isu-isu sosial yang sering dianggap tabu oleh masyarakat.
Sebelumnya, Summerland Films telah menggarap beberapa film Indonesia yang sukses. Di antaranya adalah Ave Maryam (2018), Jakarta vs Everybody (2020), dan Yohanna (2024). Pengalaman ini menunjukkan rekam jejak yang kuat dalam menghasilkan karya-karya berkualitas.
Chelsea Islan, Razka Robby Ertanto, dan Kristine de Leon bertindak sebagai produser untuk Film Rose Pandanwangi. Film ini akan mengangkat elemen sejarah musik seriosa serta karakteristik unik dari Rose Pandanwangi, penyanyi seriosa pertama Indonesia. Ini adalah bentuk kebanggaan kultural dan ikon musik yang memiliki hubungan personal dengan pelukis S. Sudjojono.
Advertisement
Razka Robby Ertanto, yang juga merangkap sebagai sutradara, mengungkapkan bahwa proses produksi telah memasuki hari ke-10. Rencananya, syuting di Indonesia akan berlangsung hingga 31 Januari sebelum berlanjut ke Eropa.
Advertisement
Lokasi Syuting Bersejarah dan Harapan di Kancah Global
Berbagai lokasi bersejarah di Indonesia dipilih sebagai tempat syuting Film Rose Pandanwangi. Selain Gedung AA Maramis, tim produksi juga mengambil gambar di Museum Nasional, Kota Tua, dan Ancol. Beberapa adegan penting juga direkam di Istana Kepresidenan Bogor dan Semarang.
Film Rose Pandanwangi telah mendapatkan pengakuan awal yang signifikan. Film ini terpilih dalam JAFF Future Project, sebuah program yang mendorong film-film independen menuju tahap produksi dan distribusi global. Ini membuka peluang besar untuk jangkauan internasional.
Sebelumnya, film biopik ini juga telah diperkenalkan di Festival Film Cannes 2025. Langkah ini bertujuan untuk membuka akses terhadap para investor potensial. Partisipasi di festival bergengsi seperti Cannes menunjukkan ambisi besar untuk film ini.
Advertisement
Razka Robby Ertanto menyampaikan harapannya agar Film Rose Pandanwangi dapat diterima dengan baik sebagai sebuah karya utuh yang membanggakan Indonesia. Ia berharap film ini bisa dinikmati oleh banyak orang dan sukses di festival film internasional. Pada akhirnya, film ini diharapkan bisa dirilis di layar bioskop Indonesia.
Sumber: AntaraNews