Kemendikbud gelar festival permainan tradisional bangun karakter moral & kinetik anak

Rabu, 7 November 2018 23:45 Reporter : Dedi Rahmadi
Kemendikbud gelar festival permainan tradisional bangun karakter moral & kinetik anak Kemdikbud. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan dan Sanggar Merah Putih menggelar Festival Bermain Kreatif dan Seni Tradisional. Festival yang menampilkan pertunjukkan cerita, gerak, dan lagu dari para siswa Paud dan TK, dengan guru sebagai pendongengnya digelar di Lapangan Puspitek, Kota Tangerang Selatan.

"Festival Bermain Kreatif dan Seni Tradisional 2018 diadakan untuk memperkenalkan metode belajar yang digagas oleh Sanggar Merah Putih dengan nama Panca Seni yakni sebuah metode belajar yang menggabungkan 5 bidang seni yakni drama, tari, nyanyi, musik dan puisi," kata Ketua Umum Sanggar Merah Putih, Bandoro Chariesta, Rabu (7/11).

Bandoro mengatakan festival tersebut didukung oleh 1.500 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), TK dan SPS serta lebih dari 250 siswa SLTP di wilayah Kota Tangerang Selatan.

"Festival ini bertujuan membentuk karakter pada peserta didik, harus berimbang antara pendidikan karakter moral dan karakter kinetis. Sehingga akan terbentuk generasi yang juga berkemampuan berimbang, antara intektual, skill, tingkah laku dan rohaninya. Melalui kegiatan ini akan terbentuk anak-anak yang ceria, cerdas, dan berbudi pekerti luhur," ungkap Bandoro.

"Setidaknya lebih dari 250 siswa yang mengikuti lomba permainan seni tradisional seperti galasin atau gerobak sodor, enggrang, bakiak, dan tarik tambang," tambah dia.

Dirjen PAUD-DIKMAS Kemendikbud, Ir Harris Iskandar, Ph.D mengatakan festival ini bentuk harmonisasi antara bidang di lingkungan pendidikan, yaitu bidang pendidikan anak usia dini dan bidang kebudayaan.

"Festival Bermain Kreatif dan Seni Tradisional 2018 yang di motori oleh Sanggar Merah Putih sangat harmonis dan kreatif sekali karena memadukan kegiatan antara siswa Paud, TK, SMP dan SMA, untuk menanamkan budi pekerti luhur dan menjadikan generasi kreatif, cerdas dan cinta seni budaya tradisonal," tutur Harris yang berafiliasi dengan Kemenko PMK tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Drs. Taryono M.Si menyatakan Festival Bermain Kreatif dan Seni Tradisional 2018 yang mengangkat tema 'Membangun Harmoni Tiga Pilar Pendidikan, Wujudkan Anak Indonesia Ceria, Cerdas, dan Berbudi Pekerti Lewat Seni' ini akan berdampak positif.

"Kota Tangerang Selatan sengaja dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Festival Bermain Kreatif dan Seni Tradisional 2018 karena kota ini telah meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak 2018 kategori Madya, jadi sangat layak dengan even ini," jelas Taryono. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemendikbud
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini