Manado, 21 Maret – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, mengajak seluruh umat Muslim di wilayah tersebut untuk memperkuat kesalehan dan kerukunan antar-umat beragama. Ajakan ini disampaikan bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, momen penting bagi umat Islam setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
Dalam khutbahnya saat Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Raya Ahmad Yani Kota Manado, Ulyas Taha menekankan pentingnya bersyukur atas karunia bulan suci Ramadhan yang telah dilalui. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah kesempatan berharga untuk pembinaan spiritual yang memiliki dampak signifikan pada kehidupan sosial.
Ulyas Taha juga mengingatkan bahwa proses pembinaan selama Ramadhan telah mendidik umat untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Selain itu, Ramadhan juga menempa diri dalam membangun kesalehan pribadi dan kesalehan sosial yang diharapkan dapat terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Bulan suci Ramadhan merupakan periode intensif bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan spiritualitas. Kakanwil Kemenag Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menjelaskan bahwa Ramadhan berfungsi sebagai madrasah spiritual yang membentuk karakter individu menjadi lebih baik.
Pembinaan spiritual yang terjadi selama Ramadhan diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek ritual semata, tetapi juga mampu menginspirasi umat untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dalam interaksi sosial. Kesalehan pribadi, yang terwujud dalam ketaatan beribadah, harus sejalan dengan kesalehan sosial, yaitu kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Perayaan Idul Fitri menjadi puncak dari proses pembinaan ini, di mana umat Muslim merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Momen ini menjadi refleksi atas pencapaian spiritual dan komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama Ramadhan dalam kehidupan bermasyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Ulyas Taha juga mengajak umat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan harmoni di tengah masyarakat Sulawesi Utara yang majemuk. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi kunci utama dalam merawat persatuan bangsa.
Moderasi beragama adalah sikap beragama yang seimbang, tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, serta menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan. Dengan berpegang pada nilai-nilai moderasi beragama, kerukunan nasional dapat terpelihara dengan baik.
Terwujudnya masyarakat yang maju, berkarakter, dan sejahtera lahir batin sangat bergantung pada terjaganya kerukunan antar-umat beragama. Kemenag Sulut terus mendorong dialog dan kerja sama lintas agama untuk memperkuat fondasi persatuan di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kakanwil Kemenag Sulawesi Utara juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memastikan pelaksanaan Ramadhan hingga Idul Fitri berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Peran serta berbagai pihak sangat vital dalam menciptakan suasana kondusif bagi umat Muslim untuk beribadah.
Perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan para pemimpin daerah telah memungkinkan seluruh rangkaian ibadah, mulai dari puasa Ramadhan hingga Shalat Idul Fitri, dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Ini menunjukkan sinergi positif antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan.
Keamanan dan ketertiban selama periode ibadah ini merupakan cerminan dari komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial. Apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai bagi seluruh elemen masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews