Keluarga Tak Menyangka Asih Jadi Korban Pesugihan Temannya

Selasa, 10 September 2019 21:44 Reporter : Nur Habibie
Keluarga Tak Menyangka Asih Jadi Korban Pesugihan Temannya Asih, korban pembunuhan di Lebak. ©istimewa

Merdeka.com - Damiri (39) adik dari korban pembunuhan terhadap Asih (45) mengaku tak percaya kalau kakak pertamanya itu menjadi korban pembunuhan. Asih dibunuh oleh teman lama kerjanya yakni OV (40) yang dibantu rekannya (40), ditemukan tewas disemak-semak di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten (24/8) lalu.

"Keluarga enggak percaya aja kalau Asih meninggal karena dijadiin tumbal pesugihan sama temennya," kata Damiri saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya, Pal Merah, Jakarta Barat, Selasa (10/9).

Damiri menjelaskan, kondisi Asih saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh. Karena hanya memang beberapa bagian saja yang tersisa saat keluarga melihat kondisi Asih.

"Kondisi Asih ya enggak utuh mas, tinggal sisa kaya tengkorak kepala aja itu," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Masem (63), ia dapat mengenali jasad korban dari perhiasan yang dipakai oleh Asih dan dari bagian tangan pada Asih.

"Saya ngenalin itu Asih dari antingnya, sama dari tangannya dia (Asih). Soalnya itu cuma gigi aja yang sisa," ujarnya.

Masem pun bercerita, beberapa hari Asih meninggal dan dikuburkan. Teman kerja Asih yang merupakan Cleaning Service (CS) yang bekerja di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami hal aneh.

"Temen kerja Asih ke sini (rumah), bilang katanya temennya itu ada yang kesurupan di lantai. Terus bilangnya 'ngapain saya dibawa ke rumah kosong'," cerita Mesem.

"Temennya bilang kalau itu kaya suara Asih yang ngomong. Si Asih kan emang dibawa ke kontrakan," sambungnya.

Meski begitu, rekan kerja Asih pun sangat merasa kehilangan sosok Asih yang dikenal sangat supel. Karena, hampir setiap toko yang berada di Tanah Abang, kenal dengan Asih.

"Asih banyak yang kenal di tempat kerjanya (Tanah Abang). Soalnya Asih kan lemes, maksudnya cepet nyambung dan akrab sama orang. Makanya banyak dari teman kerjanya itu sampai Pasar Jaya kasih uang belasungkawa," ucapnya.

"Makanya ibu masih males buat ke Pasar (Tanah Abang), soalnya takut banyak yang nanya-nanya dan ibu masih belum kuat buat jawabnya," tutup Masem. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Pesugihan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini