Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana pada Rabu malam (2/7). Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian korban.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pemkab Banyuwangi turut bela sungkawa atas tenggelamnya Kapal KMP Tunu Pratama Jaya.
"Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan yang dalam perawatan segera diberi kesembuhan," ucap Ipuk pada Kamis (3/7).
Untuk keluarga penumpang yang mencari informasi terkini, dapat menghubungi dua nomor telepon yang menjadi pusat layanan informasi, yaitu 081234429667 dan 08236070329. Atau langsung menuju Pelabuhan Ketapang, di pusat informasi yang terletak di monitoring room dan ruang tunggu.
Ipuk memastikan Pemkab Banyuwangi ikut mengerahkan segala upaya untuk mempercepat proses evakuasi korban. Sejak semalam, katanya, ambulans sudah siaga di lokasi kejadian.
Selain itu, RSUD Blambangan juga telah menyiapkan ruang khusus untuk para korban yang memerlukan perawatan medis. Begitu juga, Tim kemanusiaan di bawah BPBD Banyuwangi dan Tagana Dinsos Banyuwangi juga ikut berkontribusi dalam membantu proses evakuasi.
"Bersamaan itu, pemkab juga telah melakukan asesmen awal terhadap korban meninggal untuk memastikan penanganan yang tepat, mulai dari pendampingan psikologis hingga bantuan untuk keluarga," jelas Ipuk.
Advertisement
Call Center
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, menambahkan, pihaknya juga menyiapkan bantuan makanan untuk mendukung logistik tenaga relawan dan keluarga korban kapal tenggelam yang berkumpul di Pelabuhan Ketapang. Saat ini, telah disiagakan tiga pos pemantau untuk memantau proses penanganan korban tenggelam KMP Tunu Putra Jaya.
Pos-pos tersebut berada di Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Tanjungwangi, dan Pelabuhan Boom.
Hingga pukul 10.00 Wib, 30 orang ditemukan selamat darii total manifets 65 penumpang dan kru yang terdaftar di manifest penumpang dan kru. Sedangkan korban meninggal terdata sebanyak empat orang, di antaranya Anang Suryono (59), Eko Sastriyo (51), dan Cahyani (45), serta seorang penjaga kantin kapal, Elok Rumantini (34).
Korban yang meninggal saat ini masih berada di RSUD Negara, Jembrana, Bali.