Kehabisan BBM, perahu di Bontang terombang ambing 2 hari di laut
Merdeka.com - Ruslan (50) dan anaknya Muhammad Rahim (12) warga Kampung Makassar, Berbas Pantai, Bontang, Kalimantan Timur, akhirnya ditemukan dan dievakuasi tim Basarnas, dalam kondisi selamat. Setelah 2 hari terombang ambing di laut.
Keterangan diperoleh, Ruslan dan Rahim, pergi melaut mencari ikan menggunakan perahu ces, Rabu (5/4) sore lalu, sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, Ruslan melaut mengenakan baju hitam, helm pelindung warna hijau dan celana pendek.
Sementara anaknya, mengenakan jaket warna hijau dan celana hijau. Berangkat dari ciri itu, tim Basarnas yang menerima informasi keduanya hilang saat melaut sekira pukul 08.00 WITA, Jumat (7/4) pagi tadi, bergegas melakukan pencarian.
"Keduanya dilaporkan belum kembali dari laut. Padahal biasanya, kalau berangkat pagi atau sore, akan pulang keesokan harinya," kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Mujiono, seperti disampaikan Kasi Operasi Octavianto, dalam keterangan dia, Jumat (7/4) malam.
"Kami sampaikan tim Basarnas pos SAR Kutai Timur di wilayah terdekat dengan Bontang, untuk melakukan pencarian, berdasarkan ciri Bapak dan anak itu, dan kapal yang digunakan. Rencana pencarian tadi pagj menyisir sejauh 15-20 nautical mile," ujar Octavianto.
Pencarian membuahkan hasil. Dari penyisiran, tim Basarnas menemukan Ruslan dan anaknya, terombang-ambing di lautan, sesuai dengan ciri yang didapat dari keluarga. Sejak berangkat hingga ditemukan, praktis kedua Bapak dan anak itu, berada di lautan selama 2 hari.
"Ditemukan tim SAR gabungan, sekira jam 4.30 sore tadi, berjarak sekitar 17 kilometer dari keberangkatan mereka, dari dermaga di kampung tinggal mereka," terang Octavianto.
"Keduanya dalam kondisi selamat. Setelah kita temukan, keduanya kita bawa kembali ke Bontang, untuk keperluan meminta keterangannya. Setelah kita tanya lebih jauh, perahu ces mereka ternyata kehabisan BBM ya," demikian Octavianto. (mdk/msh)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya