Kecelakaan Maut di Tol Pejagan Tegal Renggut Empat Nyawa, Pengemudi Diduga Mengantuk

Tragedi kecelakaan di Tol Pejagan Tegal menewaskan empat orang dan melukai satu balita. Diduga, pengemudi mobil Calya mengantuk saat berkendara, memicu insiden fatal di KM.290 B.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kecelakaan Maut di Tol Pejagan Tegal Renggut Empat Nyawa, Pengemudi Diduga Mengantuk
Tragedi kecelakaan di Tol Pejagan Tegal menewaskan empat orang dan melukai satu balita. Diduga, pengemudi mobil Calya mengantuk saat berkendara, memicu insiden fatal di KM.290 B. (AntaraNews)

Sebuah insiden tragis terjadi di ruas Tol Pejagan Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis, 20 Maret, mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil minibus Calya dan bus Agra Mas di KM.290 B jalur tol tersebut, memicu duka mendalam bagi keluarga korban.

Korban jiwa dalam musibah ini adalah satu keluarga asal Bekasi, termasuk pengemudi dan dua anak-anak, sementara seorang balita mengalami kondisi kritis. Pihak kepolisian dari Kepolisian Resor Tegal masih terus menyelidiki penyebab pasti insiden maut yang mengguncang jalur padat ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tegal, Ajun Komisaris Polisi Bharatungga Dgaruning Pawuri, menduga kuat bahwa kecelakaan fatal ini dipicu oleh pengemudi mobil Calya yang mengantuk. Dugaan awal ini didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim di lokasi kejadian.

Kecelakaan maut di Tol Pejagan Tegal ini terjadi ketika minibus Calya yang datang dari arah barat bertabrakan dengan bus Agra Mas. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada kedua kendaraan yang terlibat dalam insiden tragis ini.

Kondisi mobil minibus Calya yang ditumpangi para korban sangat memprihatinkan, mengalami ringsek parah pada bagian depan. Kerusakan ini mengindikasikan dampak tabrakan yang sangat kuat dan kecepatan yang mungkin cukup tinggi saat kejadian.

Sementara itu, bus Agra Mas yang terlibat dalam insiden ini dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian belakangnya. Meskipun demikian, fokus utama penyelidikan adalah pada kondisi minibus Calya dan dugaan penyebab awalnya.

Ajun Komisaris Polisi Bharatungga Dgaruning Pawuri menjelaskan, tim di lapangan tidak menemukan adanya bekas pengereman dari mobil minibus Calya saat olah TKP. Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengemudi tidak sempat bereaksi atau mengendalikan kendaraan sebelum tabrakan terjadi.

Empat korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Tol Pejagan Tegal ini telah diidentifikasi. Mereka adalah Gunawan (43), yang merupakan sopir mobil Calya, Devi Agustina (34), serta dua anak-anak, Nafisah Meisaroh (12) dan Narendra Dewan Gaozan (9). Seluruh korban meninggal dunia ini tercatat sebagai warga Bekasi, Jawa Barat, yang sedang dalam perjalanan.

Selain korban meninggal, insiden ini juga menyisakan seorang balita berusia 3 tahun bernama Nuriel Arshaka Sachio dalam kondisi kritis. Balita tersebut segera dilarikan dan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Siaga Medika, yang berlokasi di Pemalang.

Menyikapi insiden fatal ini, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tegal, melalui Ajun Komisaris Polisi Bharatungga Dgaruning Pawuri, kembali mengimbau para pengguna jalan. Khususnya bagi para pemudik, penting untuk selalu waspada dan berhati-hati saat mengemudi di jalan tol, mengingat saat ini arus lalu lintas cukup padat dan ramai.

Imbauan tegas juga disampaikan agar pengemudi tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk. "Kami mengimbau pada pengemudi kendaraan agar berhati-hati dan waspada. Jika, kondisi badan sudah lelah, kami berharap segera beristirahat di rest area dulu," kata Kasatlantas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi