KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kasus plagiarisme, Anggito Abimanyu mundur dari UGM

Senin, 17 Februari 2014 13:50 Reporter : Kresna
Anggito Abimanyu di KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Anggito Abimanyu akhirnya menyatakan mundur sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengunduran diri ini terkait dengan plagiarisme pada tulisannya 'Gagasan Asuransi Bencana' di kolom Opini Kompas edisi 10 Januari 2014.

"Demi mempertahankan kredibilitas UGM sebagai universitas dengan komitmen pada nilai-nilai kejujuran, integritas dan tanggung jawab akademik, saya, Anggito Abimanyu , telah menyampaikan permohonan pengunduran diri sebagai dosen UGM kepada Rektor UGM," kata Anggito dalam pernyataan persnya di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (17/2).

Anggito tidak secara langsung mengakui berbuat plagiat. Namun, dia mengatakan, "telah terjadi kesalahan pengutipan referensi dalam sebuah folder di komputer pribadi yang belakangan diketahui merupakan kertas kerja yang ditulis oleh Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan."

Atas kejadian itu, Anggito menyatakan menyesal dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada rektor dan civitas akademika UGM, dekan dan para dosen FEB UGM, mahasiswa dan alumni UGM, harian Kompas.

"Dan pihak-pihak lain yang merasa dirugikan dengan adanya tulisan saya tersebut, khususnya saudara Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan," ujarnya.

Seperti diberitakan, dugaan plagiarisme PhD jebolan University of Pennsylvania itu mencuat lewat media sosial. Di situ, si penulis anonim memaparkan dengan detail kesamaan tulisan Anggito dan Hotbonar, tanpa ditulis sumber aslinya.

Bahkan dalam banyak kalimat, tulisan Anggito sama seluruh titik-komanya. Dalam dunia akademis, satu kalimat dengan titik-koma sama sudah hampir dipastikan bentuk plagiarisme.

Berikut kalimat yang sama titik koma itu:

Hotbonar:

Yang selalu inheren dengan bencana adalah korban manusia. Asuransi kecelakaan diri bisa memberikan penggantian biaya pengobatan atau memberi santunan cacat.

Bagaimana jika korban tewas? Asuransi jiwa akan memberikan santunan kepada ahli waris. Bencana juga selalu menimbulkan pengungsi yang sering kali rentan terserang penyakit. Nah, di sinilah pentingnya asuransi kesehatan. Pengungsi bisa berobat ke rumah sakit dengan biaya ditanggung perusahaan asuransi.

Anggito:

Yang selalu inheren dengan bencana adalah korban manusia. Asuransi kecelakaan diri bisa memberi penggantian biaya pengobatan atau santunan cacat.

Bagaimana jika korban tewas? Asuransi jiwa akan memberi santunan kepada ahli waris. Bencana juga selalu menimbulkan pengungsi yang sering rentan terserang penyakit. Nah, di sinilah pentingnya asuransi kesehatan. Pengungsi bisa berobat ke rumah sakit dengan biaya ditanggung perusahaan asuransi. [ren]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.