Kasus Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Polisi Pastikan Belum Ada Uang dari Rekening Dormant Pindah ke Penampung

Dari situ, rencana uang rekening dormant akan di transfer. Namun, belum terlaksana hingga saat ini.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Kasus Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Polisi Pastikan Belum Ada Uang dari Rekening Dormant Pindah ke Penampung
Kasus Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Polisi Pastikan Belum Ada Uang dari Rekening Dormant Pindah ke Penampung (Merdeka.com)

Rencana komplotan C alias K dan kawan-kawan untuk memaksa Kepala Cabang Bank BUMN, MIP (37) memindahkan aliran uang dari rekening dormant ke rekening penampung, gagal total. Polisi memastikan duit itu belum bergeser sepeser pun ke rekening penampung.

Kombes Pol Wira Satya Triputra menerangkan, para pelaku baru sampai menyiapkan rekening khusus yang akan menadah uang itu. Adalah C alias K, otak intelektual kasus ini, yang menyiapkan rekening penampung. 

Dari situ, rencana uang rekening dormant akan di transfer. Namun, belum terlaksana hingga saat ini.

"Apakah sudah nyebrang ke penampungan? Memang belum terlaksana. Jadi rekening dormant ke penampung belum bergeser," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, saat konferensi pers, Selasa (16/9).

Wira sendiri belum bisa mengungkap, nilai uang yang tersimpan di dalam rekening dormant tersebut. Dia beralasan tersangka masih belum banyak buka mulut.

"Untuk jumlah pastikan saya tidak bisa merinci total apakah ada upaya terkait perbuaan serupa, perlu kami sampaikan ini sudah ada dua kasus yang sudah diungkap oleh Polri. Kalau tidak salah di Bareskrim dan oleh Ditressiber PMJ, jadi ini yang ketiga tapi beda modus masih terkait rekening dormant," ucap dia.

Dapat Informasi Rekening Dormant

Di sisi lain, C alias K sendiri mengaku mendapat informasi soal rekening dormant itu dari seorang berinisial S. Namun, siapa sosok S ini masih menjadi teka-teki.

"Hasil pemeriksaan saudara C alias K itu mendapatkan informasi dari temennya inisial S, ini masih kita dalami dan melakukan pengejaran karena identitasnya belum jelas disampaikan," ujar dia.

Dia mengatakan pihaknya masih mendalami sosoknya tersebut. "Mohon maaf pak nanti kalau kita sampaikan nanti kabur, tolong ya kan yang S masih kita identifikasi," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Wira juga memastikan bahwa hingga kini belum ada bukti keterlibatan pegawai bank BUMN tempat korban bekerja.

Namun penyidik tak menutup kemungkinan akan menggali lebih jauh. "Kita akan melakukan cek ulang kembali artinya kita akan sesuai komitmen siapapun yang terlibat akan kita proses dengan aturan yang berlaku," ucap dia.

Rekomendasi