Kasus Incest Ayah kepada 2 Anaknya di Samarinda Terungkap dari Curhat Korban ke Teman

Senin, 6 Mei 2019 02:27 Reporter : Saud Rosadi
Kasus Incest Ayah kepada 2 Anaknya di Samarinda Terungkap dari Curhat Korban ke Teman Tersangka Paijo. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Paijo (67), buruh pabrik kayu di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, tega menodai 2 anak gadisnya selama bertahun-tahun, sejak 2012 lalu. Kasus incest (hubungan sedarah) itu nyaris tidak terbongkar, kalau korban tidak cerita ke sahabatnya.

Dua kakak beradik yang kini berusia 19 dan 16 tahun itu begitu tertekan dengan ulah bapak kandungnya, yang menjadikan mereka sebagai budak nafsu. Sekian lama, kedua korban dilarang Paijo sering keluar rumah, meski hanya ke rumah neneknya.

"Jadi, kalau korban ini lagi main-main ke rumah mbahnya, cuma bisa nangis, enggak bisa bilang apa-apa," kata Kanit Reskrim Polsek Palaran Iptu Dedi Setriadi, ditemui merdeka.com di kantornya, Minggu (5/5).

Perbuatan Paijo, menyisakan trauma mendalam. Apalagi, kedua korban mengingat Paijo tega mengikat dengan kabel setrika, dan juga menyumpal mulut.

"Mbahnya mengira, cucunya itu benar-benar dilarang Bapaknya (Paijo) main-main ke rumahnya. Sampai bilang ya sudah nduk, kalau dilarang Bapak, pulang saja," ujar Dedi.

Perbuatan bejat Paijo, dilakukan hingga April 2019 lalu. Hingga akhirnya, Rabu (1/5), kasus itu pun akhirnya terbongkar, dan berujung ke ke polisian. "Jadi si kakak, curhat dengan teman akrabnya. Maka temannya ini, mengarahkan ke Polsek buat laporan," sebut Dedi.

"Setelah kita dalami keterangan korban, besoknya kita lakukan visum. Dari hasil visum itu akhirnya diketahui kuat dugaan kejadian itu benar," tambah Dedi.

Diketahui, 2 perempuan kakak beradik, melapor ke Polsek Palaran soal perbuatan bapaknya. Sehari kemudian, polisi melakukan visum. Jumat (3/5) malam, Paijo yang sempat dikira ayah tirinya itu ditangkap, dan dijebloskan ke penjara. Polisi mengamankan barang bukti pakaian korban, dan tali seterika yang digunakan untuk menyumpal mulut dan mengikat kaki dan tangan korban. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini