Kasus Debt Collector Tarik Paksa Mobil di Markas TNI Berujung Laporan Polisi

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi meminta pada awak media agar bersabar untuk menunggu perkembangan informasi lebih lanjut.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Kasus Debt Collector Tarik Paksa Mobil di Markas TNI Berujung Laporan Polisi
debt collector tarik paksa mobil di markas TNI (merdeka)

Kasus empat orang debt collector (DC/penagihan) yang menarik paksa sebuah mobil di markas Kodam V/Brawijaya berbuntut panjang. Polisi memastikan telah menerima sebuah laporan terkait dengan pencemaran nama baik atas kasus viralnya video sejumlah DC menarik paksa mobil di Markas tentara tersebut.

Kepastian soal adanya laporan polisi atas kasus debt collector tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi. Ia menyatakan, pihak Polrestabes Surabaya telah menerima adanya laporan terkait dengan pencemaran nama baik.

"Iya, ada mas (laporan pencemaran nama baik)," ujarnya saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (14/4).

Dikonfirmasi apakah ada laporan pidana lainnya terkait dengan penarikan paksa mobil dari markas Kodam V/Brawijaya, mantan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya ini mengaku belum ada. Ia pun meminta pada awak media agar bersabar untuk menunggu perkembangan informasi lebih lanjut.

"Belum (ada), sabar ya," katanya.

Sebelumnya, Kapendam Brawijaya, Kolonel (Kav) Donan Wahyu Sejati juga membenarkan jika pihaknya telah menempuh upaya hukum terhadap pada DC tersebut. Ia menyatakan, telah melaporkan kasus tersebut ke polisi terkait dengan pencemaran nama baik.

"Sudah dilaporkan pencemaran nama baik. Karena ada nama yang dicatut. (Laporan) ke Polrestabes (Surabaya)," ujarnya singkat, Minggu (13/4).

Diketahui, beberapa potongan video yang menunjukkan aktifitas para debt collector (DC/penagihan) sedang menarik paksa sebuah mobil terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Meski tak menunjukkan waktu yang jelas, namun dalam video tergambar jelas dimana lokasi penarikan paksa sebuah mobil itu terjadi, yakni di markas tentara.

Lokasi yang ditunjukkan dalam video memperlihatkan dengan jelas jika penarikan mobil yang dilakukan oleh mata elang, julukan untuk para debt collector itu terjadi di lingkungan Markas Kodam V Brawijaya.

Hal itu diperkuat dengan video yang menunjukkan mobil yang ditumpangi oleh para debt collector itu melewati gerbang dengan tulisan "Markas Kodam V/Brawijaya". Selain itu, narasi dalam video juga memperdengarkan jika membuat video menyebut "Kodam Brawijaya. Markas Kodam lima Brawijaya. Kita ikuti dari tadi, kita tidak mau keok di jalan karena informasi dari matel (mata elang), riil ini anggota, keliatan anggota, penampilannya, kita sekarang di dalam Kodam," tutur suara dalam video.

Lalu, dalam potongan video berikutnya langsung terlihat adanya keributan antara seorang diduga pengemudi mobil yang hendak ditarik paksa oleh para DC tersebut. Potongan-potongan video yang sama juga hanya memperlihatkan adanya tarik menarik antara pada DC dengan seseorang yang disebut sebagai "anggota".

Tak berselang lama, video susulan yang menggambarkan keempat DC tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka beredar di media sosial. Mereka meminta maaf melakukan penarikan paksa mobil di kompleks marka TNI dan mencatut nama perwira TNI setempat.

Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh salah satu DC yang mengaku bernama Stefanus Pale. Ia menyampaikan tidak akan mengulangi perbuatannya di Kodam Brawijaya lagi, maupun Kodam-kodam lainnya.

“Kami berempat menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Yang berikutnya, permohonan maaf kepada bapak Mayor Cpm Juni, yang saat ini juga disebut-sebut sebagai bekingan kami, dan memfasilitasi kami untuk kami beraksi maupun kegiatan di Kodam Brawijaya. Pada kesempatan ini, kami berempat menyampaikan, informasi yang beredar tersebut adalah bohong, hoaks, dan itu tidak benar,” katanya.

"Sebagai pernyataan sikap kami, saya dan teman-teman menyampaikan adalah kegiatan terakhir kami, dan kami tidak akan mengulangi lagi kegiatan tersebut di wilayah Kodam V/Brawijaya ataupun di Kodam-Kodam lain di seluruh Indonesia," tambahnya.

Rekomendasi