Kasus Covid-19 di Sumsel Meningkat Lagi, Gubernur Ajak Ulama Sosialisasi New Normal

Jumat, 5 Juni 2020 02:47 Reporter : Irwanto
Kasus Covid-19 di Sumsel Meningkat Lagi, Gubernur Ajak Ulama Sosialisasi New Normal Gubernur Sumsel Herman Deru. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Setelah sempat terjadi penurunan beberapa hari terakhir, pasien positif Covid-19 di Sumatera Selatan kembali meningkat. Hari ini tercatat ada 27 tambahan kasus baru sehingga menjadi 1.056 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan, kasus terkonfirmasi positif baru tersebar di Palembang sebanyak 17 orang, empat orang asal Musi Banyuasin, kemudian Lahat, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu, Lubuklinggau, dan Ogan Ilir masing-masing satu pasien.

"Hari ini ada penambahan 27 kasus terkonfirmasi positif baru, meningkat dari kemarin. Total dan 1.056 kasus di Sumsel," ungkap Yusri, Kamis (4/6).

Peningkatan juga terjadi pada kasus sembuh yang berjumlah 29 pasien sehingga kini menjadi 255 orang. Sementara kasus kematian ada dua orang sehingga total terdapat 36 kejadian.

"PDP masih ada 379 pasien dan sampel yang masih diperiksa 3.136 sampel," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengundang ulama yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Forum Pondok Pesantren Sumsel (Forpess), dan Persatuan Mubaligh Mubalighah (PMM) Sumsel untuk membahas persiapan new normal. Menurut dia, new normal harus dipersiapkan dengan matang sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari.

"Kita tidak boleh sembrono dalam pelaksanaannya nanti. Oleh sebab itu diperlukan persiapan untuk menyongsong hal itu," kata Deru.

Deru berharap ulama dan tokoh agama di Sumsel dapat menjalankan perannya dalam menghadapi persoalan ini karena bersinggungan langsung dengan tempat ibadah atau pondok pesantren. Mereka juga diminta turut sosialisasikan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing.

"Saya tidak ingin dengar masjid justru menjadi tempat yang tidak teratur. Jadi harus ditata dengan sebaik-baiknya, seperti shaf yang berjarak dan tidak usah pakai ambal dulu," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini