Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tengah mencari tempat isolasi baru untuk warga yang terpapar Covid-19. Langkah tersebut dilakukan karena kasus pasien Covid-19 terus mengalami penambahan.
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan selama ini menggunakan beberapa tempat sebagai ruang isolasi pasien Covid-19. Tempat-tempat itu adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut, Rumah Sakit Umum Pameungpeuk, rumah susun, dan beberapa rumah sakit swasta.
Tempat-tempat itu saat ini hampir penuh, karena jumlah warga yang terpapar virus corona di Kabupaten Garut terus mengalami penambahan yang cukup signifikan.
"Sekarang kita sedang menginventarisir beberapa titik dan tempat yang bisa dijadikan tempat isolasi," ungkapnya, Kamis (17/12).
Ruang isolasi, menurutnya perlu tambahan baru untuk mengantisipasi terjadi kembalinya lonjakan kasus warga yang terpapar Covid-19, baik yang bergejala maupun tanpa gejala. Saat ini, yang dinilai layak bisa digunakan adalah bangunan Islamic Center di Kecamatan Garut Kota dan gedung pelatihan dan latihan keluarga berencana di Kecamatan Tarogong Kidul.
"Wabah Covid-19 masih harus diwaspadai masyarakat, apalagi saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus ditemukan setiap hari di Garut. Pemerintah daerah terus berupaya menanggulangi wabah Covid-19, termasuk menyiapkan tempat pelayanan kesehatan, termasuk ruang isolasinya agar mereka bisa sembuh," jelasnya.
Penyiapan ruang isolasi tambahan, menurutnya juga menjadi sangat penting untuk memutus rantai penularan dan memberikan rasa aman nyaman bagi masyarakat dan tetangga yang terpapar.
"Memang banyak masyarakat keberatan kalau isolasi di rumah. Apalagi rumah pasien tidak layak dijadikan tempat isolasi, misalkan di rumahnya ada dua kamar tapi penghuninya lima orang," pungkas Helmi.
Hingga saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat 2.981 orang warga yang terpapar virus corona. Dari jumlah itu 1.634 orang dinyatakan sembuh, 1.270 orang masih dalam perawatan, dan 75 orang meninggal dunia.