Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Covid-19 di Bangkalan Meningkat Pascalebaran, IGD Rumah Sakit Dilockdown

Kasus Covid-19 di Bangkalan Meningkat Pascalebaran, IGD Rumah Sakit Dilockdown Pasien Covid-19 jalani perawatan. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Kasus Covid-19 meningkat pascalebaran di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Akibat peningkatan ini, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ditutup (lockdown) sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana mengakui, ada IGD sebuah RSUD di Bangkalan telah ditutup pelayanannya. Hal itu dikarenakan ada sejumlah tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Iya kelihatannya sudah mulai terjadi peningkatan kasus ini setelah liburan panjang, itu yang kami khawatirkan," katanya, Minggu (6/6).

Sejumlah tenaga kesehatannya yang bertugas menangani pasien Covid-19 dinyatakan positif Corona. Bahkan salah seorang dokter dilaporkan meninggal dunia.

"Di Bangkalan, terjadi peningkatan kasus, dan benar, direktur RS-nya (mengakui) karena ada yang dokter spesialis radiology yang meninggal, lalu ada beberapa nakes juga terkonfirmasi positif, sehingga mereka mulai Sabtu menutup IGDnya," ujarnya.

Herlin mengaku belum bisa mengungkapkan jumlah tenaga kesehatan di Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, per 5 Juni 2021, kasus kumulatif positif Covid-19 di Jatim mencapai 156.050, bertambah 244 kasus pada hari ini. Sebanyak 142.727 dinyatakan sembuh, 1.793 masih dirawat dan 11.530 meninggal dunia.

Sedangkan kasus kumulatif Covid-19 di Bangkalan, tercatat ada sebanyak 1.754 kasus. 1.520 dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia dan sebanyak 56 pasien masih dirawat. Bangkalan dalam peta risiko merupakan daerah berstatus kuning, atau zona risiko rendah.

Menurut Herlin, meningkatnya kasus Covid-19 di Bangkalan ditengarai karena tingginya mobilitas warga saat momen mudik Lebaran Idulfitri. Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat Bangkalan terhadap protokol kesehatan juga rendah.

"Kelihatannya mudik dari provinsi lain yang masuk. Ini berarti ada yang tidak terdeteksi. (Saat tiba) nggak ada gejala, lalu belum bisa terdeteksi karena masih inkubasi), tapi karena lama di daerah itu berapa hari, tidak disiplin prokes, itu yang menyebabkan," ucapnya.

Saat ini dia tengah berkoordinasi dengan sejumlah kepala rumah sakit di Surabaya untuk bersiap menjadi tempat rujukan pasien dari Bangkalan. Surabaya dipilih karena jaraknya yang dekat dengan Bangkalan. Selain itu, kapasitas RS di Kota Pahlawan ini juga dinilai masih rendah sehingga bisa menampung pasien dari luar daerah.

"Kalau lihat kondisi bed occupancy rate (BOR) RS Surabaya relatif bagus sebetulnya," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP