Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai dirasakan warga di pemukiman. Warga bahkan harus diungsikan ke tempat aman untuk menghindari kebakaran dan asap yang ditimbulkan.
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengungkapkan, evakuasi mulai dilakukan hari ini terutama warga yang bertempat tinggal di sekitar kebakaran, yakni Dusun V Samarasa, Desa Muara Medak, Bayung Lincir. Evakuasi awal sudah ada ratusan jiwa yang berasal dari 99 kepala keluarga.
"Untuk sementara kita tampung di rumah kepala desa atau sekitarnya sambil menunggu bantuan tenda dari Dinas Sosial. Kemungkinannya pengungsi terus bertambah," ungkap Dodi, Senin (19/8).
Menurut dia, evakuasi mesti dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan warga, baik paparan asap maupun api. Petugas nantinya berjaga-jaga di kampung itu untuk mengantisipasi kebakaran.
"Semua fasilitas akan dilengkapi agar memudahkan pengungsi, dapur umum sudah kita siapkan. Petugas akan jaga tempat tinggal mereka," kata dia.
Dia menambahkan, pagi tadi digelar salat istisqa secara serentak di 15 kecamatan. Salat itu melibatkan semua pihak, baik ASN, TNI, Polri, maupun masyarakat.
"Kita berharap segera turun hujan dan bisa memadamkan api. Tapi tetap pemadaman harus digencarkan, itu upaya kita," pungkasnya.