Sementara, total ditemukan 1.213 korban TPPO yang berasal di 11 negara termasuk Indonesia.
Advertisement
Jumlah kasus TPPO itu naik 339 persen jika dibandingkan tahun 2022. Sementara, total ditemukan 1.213 korban TPPO yang berasal di 11 negara termasuk Indonesia.
"Peningkatan penyelesaian perkara ini juga dibarengi dengan peningkatan jumlah tersangka, dimana tahun 2023 terdapat 1.361 tersangka atau meningkat 691 persen dibandingkan 2022," kata Sigit di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/12).
Polri melakukan kerja sama dengan KBRI Manila dan Philippine National Police (PNP). Hasilnya, sukses melakukan repatriasi terhadap 226 WNI yang menjadi korban.
"Melihat temuan tersebut, kemudian pemerintah melakukan langkah cepat untuk memberantas TPPO, pada Ratas presiden menujuk Polri sebagai leading sektor," ujarnya.
"Di mana Kapolri ditugaskan sebagai ketua harian gugus tugas, dan kami kemudian membentuk Satgas TPPO Polri," sambung Sigit.
Advertisement
Selanjutnya, Sigit memaparkan beberapa perkara menonjol yang telah diungkap oleh Korps Bhayangkara pada tahun 2023.
"TPPO jaringan Arab Saudi dengan 15 tersangka dan 35 korban, TPPO jaringan Thailand dengan 2 tersangka dan 26 korban," papar Sigit.
"TPPO jaringan Kamboja dengan 2 tersangka dan 3 korban, serta TPPO jaringan penjualan ginjal dengan 13 tersangka dan 10 korban," pungkasnya.