Kapolri Sebut Ada Petunjuk Menarik di Kasus Teror Pimpinan KPK

Kamis, 10 Januari 2019 19:44 Reporter : Merdeka
Kapolri Sebut Ada Petunjuk Menarik di Kasus Teror Pimpinan KPK Armada Baru Korpolairud. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada petunjuk menarik dalam kasus teror yang terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Hal itu disampaikan usai Tito menjadi penguji calon doktor di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/1).

"Dan kita berdoa ya mudahan-mudahan cepat terungkap. Ada beberapa petunjuk yang menarik," ujar Tito.

Namun Tito tidak merinci apa petunjuk yang dimaksud. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan rasa prihatin terhadap dua rekannya sesama penegak hukum atas teror yang terjadi. Tito memerintahkan anak buahnya mengusut tuntas kasus tersebut.

"Saya begitu mendapat informasi langsung perintahkan Kabareskrim, kemudian Kapolda Metro Jaya, lalu Kadensus Antiteror untuk ke TKP dan mengupayakan secepat mungkin untuk diungkap kasus-kasus tersebut," ujarnya.

Tito juga telah berkoordinasi dengan Agus Rahardjo dan Laode Syarif terkait peristiwa yang terjadi di rumahnya. "Bahkan dari hari pertama saya sudah perintahkan Pak Kapolda, bila mungkin KPK membentuk tim yang bergabung dengan kita untuk ungkap kasus ini supaya penanganan kasusnya betul-betul bisa transparan," ucapnya.

Hanya saja jenderal bintang empat itu tak mengungkap respons pimpinan KPK saat ditawarkan pembentukan tim gabungan mengusut kasus teror di rumahnya. Dia berharap, kasus tersebut segera terungkap.

Sebelumnya polisi menerima laporan penemuan benda mirip bom rakitan yang tercantel di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu 9 Januari 2019 sekitar pukul 5.30 WIB.

Benda mencurigakan itu terbungkus tas berwarna hitam. Ditemukan beberapa kabel, pipa paralon, baterai, paku dan serbuk menyerupai rangkaian bom rakitan. Namun polisi memastikan benda itu bukan firing devices melainkan fake bomb alias bom palsu.

Penemuan benda mencurigakan mirip bom itu hampir bersamaan dengan teror molotov yang terjadi di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan. Saat ini, polisi masih mengusut kedua teror tersebut.

Reporter: Nafiez Rambu Rabbani [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini