Kapolda Kalsel Pastikan Dapur Lapangan Terus Beroperasi Hingga Banjir Martapura Teratasi

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan dapur lapangan akan terus melayani warga terdampak banjir di Martapura hingga kondisi normal kembali, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolda Kalsel Pastikan Dapur Lapangan Terus Beroperasi Hingga Banjir Martapura Teratasi
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan dapur lapangan akan terus melayani warga terdampak banjir di Martapura hingga kondisi normal kembali, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. (AntaraNews)

MARTAPURA – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memastikan dapur lapangan yang didirikan oleh jajarannya di Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar, akan terus beroperasi. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir terpenuhi hingga situasi kembali normal. Dukungan penuh akan terus diberikan agar warga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Pernyataan ini disampaikan Kapolda Yudha di Martapura pada hari Sabtu, menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kendaraan dapur lapangan (Randurlap) yang dioperasikan oleh Satuan Brimob telah berada di lokasi banjir di Kecamatan Martapura Barat selama sekitar 17 hari. Kehadiran ini menjadi bukti nyata kepedulian dan respons cepat aparat kepolisian dalam penanganan bencana.

Setiap harinya, petugas menyiapkan ribuan porsi makanan untuk warga yang mengungsi maupun masyarakat sekitar yang terdampak banjir. Selain itu, unit water treatment juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, yang sangat krusial di tengah kondisi darurat. Langkah-langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana.

Dapur lapangan yang dikelola oleh Satuan Brimob Polri di Martapura Barat telah menjadi tulang punggung penyediaan logistik bagi korban banjir. Setiap hari, sekitar 3.500 hingga 4.000 porsi makanan disiapkan untuk didistribusikan kepada warga. Distribusi ini mencakup mereka yang berada di lokasi pengungsian maupun masyarakat yang masih bertahan di rumahnya yang terdampak banjir.

Selain makanan, akses terhadap air bersih juga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Unit water treatment yang dioperasikan mampu memproduksi hingga 6.000 liter air bersih per hari. Pasokan air bersih ini sangat vital, terutama di wilayah yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi akibat genangan banjir.

Kapolda Yudha secara langsung menyaksikan bagaimana air bersih hasil water treatment dimanfaatkan oleh masyarakat. Beliau menegaskan bahwa fasilitas ini sangat membantu warga di tengah kondisi banjir yang membatasi akses terhadap sumber daya dasar. Keberadaan fasilitas ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

Di samping fokus pada aspek kemanusiaan, pihak kepolisian juga memberikan perhatian serius terhadap keamanan lingkungan permukiman yang ditinggalkan warga. Banyak rumah kosong akibat penghuninya mengungsi, sehingga potensi tindak kejahatan meningkat. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif diambil untuk menjaga aset masyarakat.

Personel dari Polsek Martapura Barat dan Polres Banjar terus melaksanakan patroli rutin di area terdampak banjir. Patroli ini bertujuan untuk menjaga keamanan rumah-rumah warga yang kosong. Dengan adanya pengawasan ketat, diharapkan tidak terjadi pencurian atau penjarahan selama warga mengungsi.

Kapolda menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan ini penting agar masyarakat yang mengungsi merasa tenang dan tidak khawatir akan harta benda mereka. Kehadiran polisi di lapangan tidak hanya untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga untuk memastikan ketertiban dan keamanan tetap terjaga di tengah situasi darurat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi