Pemandangan menarik tersaji di Pondok Pesantren Al Islah, Bondowoso. Di pesantren modern terbesar di Bondowoso itu tersaji dua ton ikan untuk disantap bersama dengan ribuan santri dan warga Bondowoso.
Acara yang digelar pada Sabtu (21/12) ini memang terasa spesial. Sebab, acara makan bersama tersebut sengaja digelar untuk menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Sayangnya, menteri dari Partai Gerindra itu batal hadir ke Bondowoso pada Sabtu ini.
Edhy diwakilkan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman. Dua ton ikan segar yang dibawa Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bagian dari program kampanye konsumsi ikan.
"Saya mewakili pak Menteri yang kebetulan hari ini berhalangan hadir, sebagai bagian dari safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Karena konsumsi makan ikan di Indonesia harus terus ditingkatkan," tutur Agus.
Adapun dua ton ikan segar tersebut berjenis ikan laut, yaitu ikan layang, ikan kembung dan ikan Cakalang (tongkol).
Advertisement
Berdasarkan data yang dimiliki KKP, target konsumsi makan ikan di Indonesia nyaris tercapai. "Targetnya di tahun 2019 ini sebenarnya 54 kilogram per kapita per tahun. Adapun data per November kemarin, sudah mencapai 53 kilogram. Mudah-mudahan, akhir tahun ini bisa tercapai 54 kilogram sesuai target," jelas Agus.
Ribuan ikan segar tersebut langsung disuguhkan dengan cara dibakar. Para santri dan warga asal Bondowoso, Jember, Situbondo hingga Pulau Madura antusias menikmati sajian ikan bakar tersebut. Termasuk juga Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Wakapolres Bondowoso serta perwakilan Kodim dan tokoh agama.
"Selain di bakar, kita juga sajikan pilihan lain seperti bakso ikan dan rumput laut. Mantap pokoknya. Karena ikan itu tidak hanya lezat, tapi juga baik untuk kesehatan dan mencerdaskan," lanjut Agus.