Kakek 81 tahun di Sleman jadi korban gendam, duit pensiun Rp 2,5 juta ditukar kertas
Merdeka.com - Seorang kakek bernama Trisno Sukarjo (81) menjadi korban gendam di daerah Seyegan, Kabupaten Sleman, Senin (4/6) yang lalu. Pensiunan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) ini digendam usai mengambil uang pensiun bulanan yang sedianya digunakan untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri.
Trisno mengatakan, peristiwa yang dialaminya bermula usai mengambil uang pensiunan di bank yang hanya berjarak 1 kilometer dari rumahnya. Usai mendapatkan uang bulanan, Trisno pun bergegas pulang mengendarai motornya.
Saat perjalanan pulang, Trisno merasa diikuti mobil putih dengan merk Avanza. Mobil itu mengikuti Trisno sejak dari bank.
"Saya jalan tidak berburuk sangka. Pikir saya kalau di jalan ya memang banyak kendaraan. Jadi saja jalan terus saja," ujar Trisno, Jumat (8/6).
Tinggal 300 meter dari kediamannya, tiba-tiba Avanza berwarna putih itu pun memepet Trisno dan berhenti di depannya. Seorang pria berpakaian rapi yang mengaku dari Puskesmas pun menyapa Trisno. Mereka juga sempat berjabat tangan.
Menurut pengakuan dari Trisno, pria itu mengundangnya untuk ikut acara buka bersama yang diadakan oleh Puskesmas. Trisno pun kemudian diajak masuk ke dalam mobil. Saat di dalam mobil, Trisno bertemu dengan dua orang lelaki. Satu orang berposisi pengemudi sedangkan yang seorang lagi yang turun dan mengundang Trisno acara buka bersama.
Setelah berbicara beberapa saat, Trisno lantas pamit untuk keluar mobil. Namun pintu tidak dapat dibuka. Padahal kedua tangannya mencoba mendorong pintu tepi tetap tak terbuka. Sang pria kemudian beralasan mobil dalam keadaan miring sehingga tidak dapat terbuka. Mobil kemudian putar balik, setelah itu baru ia dapat membuka pintu mobil.
Trisno pun kemudian keluar mobil dan berpamitan pada dua lelaki tersebut. Kemudian Trisno pun pulang ke rumah. Saat akan memberikan uang ke anaknya ternyata uang Rp 2,5 juta yang diambilnya hanya tersisa satu lembar Rp 50 ribu dan puluhan potongan kertas lainnya.
"Saat ditanya anak saya uangnya hilang dimana? Saya saat itu masih belum sadar masih linglung. Selang sekitar lima menit kemudian baru saya ingat ada dua orang pria yang bertemu saya di jalan. Setelah itu langsung lapor ke Polsek," ujar bapak 5 orang anak dan 12 orang cucu ini.
Di temui terpisah, Kapolsek Seyegan AKP Masnoto mengatakan, masih melakukan penyelidikan atas kejadian yang menimpa Trisno. Meskipun demikian, Masnoto mengaku belum bisa menyimpulkan apakah korban memang terkena gendam atau bukan.
"Kami masih mendalami kasus ini. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini gendam atau bukan," kata Masnoto.
Berkaca dari kasus yang menimpa Trisno, Masnoto mengimbau pada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab, menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, aksi kejahatan diprediksi meningkat di berbagai wilayah termasuk di Sleman.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya