Kabar Prajurit Terkuat Kopral Bagyo, Badan Kekar Pecahkan Rekor Dipukuli Satu Kompi
Merdeka.com - Nama Kopral Bagyo dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai prestasi dan aksi nyleneh atau unik. Purnawirawan TNI AD bernama lengkap Kopral Kepala Cpm Partika Subagyo Lelono yang terakhir bertugas di Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo, pernah meraih medali emas sebagai prajuit terkuat TNI AD dari Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Johannes Suryo Prabowo.
Lalu bagaimana kabar Kopral Bagyo usai pensiun?
Partika Subagyo lahir di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 14 Desember 1963 dan kini berusia 62 tahun. 14 Desember 2016 silam menandai masa purna Kopral Bagyo di satuan terakhirnya yakni Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo. Meski hingga pensiun masih berpangkat kopral, namun Bagyo begitu bangga terhadap apa yang telah dilakukannya sebagai salah satu prajurit TNI.
Beberapa tahun pensiun, tidak mengurangi semangat Kopral Bagyo untuk tetap eksis. Meski tidak lagi sering membuat aksi nyleneh seperti saat masih aktif sebagai tentara, namun aktivitas Kopral Bagyo saat ini cukup menyita waktunya.
Jadi relawan PMI Solo
Kopral Bagyo saat ini lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk pengabdian kepada masyarakat. Yakni menjadi relawan di PMI Cabang Solo. Dengan status tersebut, Bagyo tak jarang dikirim ke lokasi bencana bersama relawan lainnya.
Selain relawan, Bagyo juga aktif menjadi mahasiswa sekaligus pelatih fisik di kampus Akademi Teknologi Bank Darah (AKBARA) Surakarta.
"Saya dikasih tugas di AKBARA ini sebagai pembina fisik dan karakter. Sesuai bidang saya yang suka olahraga," katanya.
Seperti diketahui, suami Windari Murwani Pancaningsih tersebut pada 6 Juni 2023 telah mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Jurusan Kebencanaan di Politeknik Akbara.
"Saya mendaftar kuliah di jurusan manajemen kebencanaan ini sebagai bentuk pengabdian untuk bangsa dan negara. Meskipun sudah berumur itu bukan penghalang," ujarnya.
Badan masih Kekar
Pensiun dari TNI tidak lantas membuat Kopral Bagyo mengurangi aktivitas olahraga. Selain pelatih fisik di kampus Akbara, hampir setiap hari, pemegang DAN II Karate ini berlatih fisik ditemani cucunya Dhio Pablo Mulyono.
"Badan masih kekar, bisa dilihat sendiri. Saya suka karate, apel pagi dan mendampingi mahasiswa di lokasi bencana. Ini rasanya lebih sehat, lebih kuat," katanya.
Bagyo mengaku masih terus melatih fisiknya meski sudah purnatugas sebagai TNI.
"Masih, karena mau tidak mau saya masih dianggap sebagai motivasi remaja remaja TNI dan Polri. Meski umur saya sudah 62 tahun, tapi semangat, dedikasi masih diatas rata-rata," tandasnya.
Ingin Taklukkan Jembaran Suramadu
Meski sudah jarang melakukan aksi nyleneh yang mengandalkan kekuatan fisik, Kopral Bagyo masih merasa memiliki utang.
Tahun 2014 silam, ia pernah melakukan aksi jungkir atau koprol di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, sepanjang 6 kilometer. Namun baru sekitar 2 kilometer berjalan, aksi tersebut harus dihentikan karena dianggap membahayakan pengguna jalan.
Aksi di jembatan penghubung Kota Surabaya dengan pulau Madura, dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Korps Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) yang jatuh tanggal 22 Juni.
"Sebetulnya aksi seperti itu sudah masa lalu, tapi masih ingin juga. Saya masih punya utang, saya ingin jungkir di Suramadu. Dulu pernah, tapi baru 2 kilometer dihentikan petugas. Karena dianggap membahayakan pengendara. Dia nonton saya jungkir balik, akhirnya ditubruk dari belakang di jalur motor. Daripada membahayakan, ya sudah saya ngalah," ucapnya.
"Tapi saya ingin menakhlukkan ya, Suramadu. Saya ingin melanjutkan koprol di Suramadu dari batas kota Surabaya sampai Madura. Saya masih optimis itu, mampu, saya masih mampu, merdeka!!," ucapnya semangat.
Meski sudah pensiun Bagyo masih memiliki semangat dan komitmen untuk mengangkat nama Korps. Tak hanya Korps TNI, namun juga Polri.
"Tiap kegiatan saya pasti ada momen momen. Mungkin ulang tahun TNI, ulang tahun Polisi Militer. Walaupun saya sudah pensiun, saya masih ingin mengangkat Korps kami, TNI dan Polri. Bisa sebagai motivasi, kalau usia saya sudah 62, remaja remaja harus di atas saya kemampuannya, semangatnya," pungkasnya.
Kopral Bagyo memiliki dua anak, buah perkawinannya dengan Windari Murwani Pancaningsih. Yakni Ika Pastika dan Sertu (CPM) Yudho Bangun Partika. Ika kini menikah dengan Serma (CPM) Mulyono yang juga bertugas di Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo. Dari pernikahan tersebut Ika dan Mulyono dikaruniai seorang anak bernama Dhio Pablo Mulyono.
Berikut sejumlah aksi Kopral Bagyo
1. Push up 21 jam 40 menit
2. Minum minyak rem dan mandi air cabai
3. Mandi air aki
4. Lari 24 jam nonstop
5. Koprol sepanjang 5KM
6. Push up satu jari
7. Aksi Gendong
8. 15 menit dipukuli tentara satu kompi
9. Jalan kaki mengelilingi istana Mangkunegaraan Solo selama 24 jam nonstop
10. Mengitari Monumen Nasional (Monas) selama 25 jam.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya