Jumlah Pekerja Asing Jepang Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Krisis Tenaga Kerja

Data pemerintah Jepang menunjukkan jumlah Pekerja Asing Jepang menembus rekor 2,57 juta orang hingga Oktober lalu, menandai kenaikan 13 tahun berturut-turut di tengah tantangan krisis tenaga kerja yang dihadapi negara tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jumlah Pekerja Asing Jepang Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Krisis Tenaga Kerja
Jumlah Pekerja Asing Jepang mencapai rekor baru, melampaui 2,57 juta orang hingga akhir Oktober lalu. Peningkatan signifikan ini terjadi di tengah krisis tenaga kerja dan didominasi oleh pekerja asal Vietnam, memicu perhatian publik dan politisi. (AntaraNews)

Jepang mencatat rekor baru jumlah pekerja asing, mencapai lebih dari 2,57 juta orang pada akhir Oktober lalu. Ini merupakan peningkatan signifikan yang terjadi selama 13 tahun berturut-turut, menyoroti krisis tenaga kerja yang sedang dihadapi negara tersebut.

Total pekerja asing tercatat 2.571.037 individu, menunjukkan peningkatan 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini dirilis pada Jumat (30/1) oleh pemerintah Jepang.

Pekerja asal Vietnam mendominasi jumlah tersebut, menjadi kelompok terbesar di antara seluruh pekerja asing di Jepang. Situasi ini juga menjadi sorotan publik menjelang pemilihan anggota Majelis Rendah pada 8 Februari.

Peningkatan jumlah Pekerja Asing Jepang hingga 2,57 juta orang ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja di berbagai sektor industri. Angka ini naik 11,7 persen dari tahun sebelumnya, menandai tren kenaikan yang konsisten selama lebih dari satu dekade.

Data ini juga menunjukkan bahwa jumlah tempat kerja yang mempekerjakan warga negara asing mencapai rekor tertinggi, yaitu 371.215 lokasi. Angka ini meningkat 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang melaporkan bahwa usaha kecil dengan kurang dari 30 karyawan menyumbang 63,1 persen dari total tempat kerja tersebut. Ini mengindikasikan peran krusial pekerja asing dalam menopang bisnis skala kecil.

Sektor manufaktur menjadi penyerap Pekerja Asing Jepang terbanyak, dengan 635.075 orang atau sekitar 24,7 persen dari total keseluruhan. Ini menunjukkan ketergantungan industri manufaktur pada tenaga kerja dari luar negeri.

Posisi berikutnya ditempati oleh sektor jasa non-makanan dan minuman, yang mempekerjakan 391.946 pekerja asing. Sektor ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja.

Secara khusus, sektor kesehatan dan kesejahteraan, termasuk perawatan jangka panjang, mencatat pertumbuhan tertinggi. Sektor ini mengalami peningkatan sebesar 25,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menyoroti kebutuhan mendesak akan tenaga medis dan perawat.

Jumlah pemegang visa Pekerja Berketerampilan Spesifik, yang dirancang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor tertentu, meningkat tajam. Kenaikannya mencapai 38,3 persen menjadi 286.225 orang.

Dari segi kewarganegaraan, pekerja asal Vietnam tetap menjadi kelompok dominan di antara Pekerja Asing Jepang. Mereka berjumlah 605.906 orang, atau sekitar 23,6 persen dari total keseluruhan.

Pekerja asal China menempati posisi kedua dengan 431.949 orang, menyumbang 16,8 persen dari total. Sementara itu, pekerja dari Filipina berada di posisi ketiga dengan 260.869 orang, atau 10,1 persen.

Data ini dirilis di tengah masa kampanye pemilihan anggota Majelis Rendah Jepang, yang turut menyoroti isu integrasi warga asing. Perhatian publik mengarah pada upaya memperketat aturan penerimaan pekerja asing sekaligus mendorong kohesi sosial.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi