Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Ikut Cukur Rambut Massal di Garut: Modelnya Mohawk

Jokowi Ikut Cukur Rambut Massal di Garut: Modelnya Mohawk Jokowi cukur rambut di Garut. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti acara cukur massal yang digelar di lokasi wisata Situ Bagendit, Garut, Sabtu (19/1). Ibu Negara Iriana Joko Widodo terlihat beberapa kali mengarahkan tukang cukur sebelum mencukur rambut suaminya.

Jokowi dan sejumlah pejabatnya turut serta meramaikan acara tersebut dengan ikut bercukur rambut.

Jokowi lalu dicukur rambutnya oleh seorang tukang cukur bernama Herman yang memang sudah menjadi langganannya sejak 2013.

Namun sebelum dipotong rambutnya, Iriana tampak memberikan arahan kepada tukang cukur yang kemudian diiyakan Jokowi sambil menunjuk ke arah kepala bagian belakang Jokowi.

"Ini lho yang sering disisir ke belakang sulit. Di sini jangan kepotong terlalu pendek nanti mengarahkannya sulit," kata Jokowi. Dikutip dari Antara.

Iriana kemudian duduk di sisi tak jauh jaraknya dari Jokowi saat sang suami sedang dicukur.

Ketika selesai dicukur, Jokowi kemudian mendekat dan bertanya kepada wartawan model rambut barunya.

"Modelnya mohawk. Ya tanya yang nyukur modelnya apa," kata Jokowi saat ditanya model rambutnya.

Saat ditanya apakah puas dengan hasil cukur Kang Herman, tukang cukur asal Garut yang sudah lama jadi langganannya itu Jokowi mengaku sudah terbiasa dengan hasil cukuran itu.

"Memang sehari-hari yang nyukur Mas Herman. Yang paling penting kita ke sini itu yang pertama kita mau bangun perumahan khusus untuk tukang cukur Garut untuk PPRG. PPRG itu Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut," katanya.

Presiden ke Garut salah satunya dalam rangka meletakkan batu pertama pembangunan perumahan subsidi untuk komunitas yakni PPRG.

"Jadi ini bukan cukurnya, yang paling penting tadi perumahannya," katanya.

Saat ini pemerintah kata dia baru memfasilitasi perumahan ke depan, Jokowi membuka peluang bagi tukang cukur untuk mengakses pembiayaan.

"Ya ini yang kita urus perumahan. Nanti kalau memang ada yang ingin misalnya memperluas usahanya kemudian mau ambil KUR ya enggak apa. Disilakan saja," katanya.

Jokowi sendiri melihat tukang cukur sebagai profesi yang potensial dalam industri fesyen kecantikan dan di Garut banyak talenta-talenta yang dapat dikembangkan.

"Tukang cukur kan sebuah keahlian dalam industri kreatif fesyen kecantikan. Saya melihat memang di Garut ini memiliki sebuah genetis turun-temurun dan keahlian itu sekarang sudah 17 ribu. Bukan jumlah yang sedikit, 17 ribu anggotanya. Ini sebuah keahlian khusus dalam industri fesyen kecantikan," katanya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP