Jokowi Bandingkan Penanganan Karhutla RI-Australia: Mereka Tak Punya Babinsa

Kamis, 6 Februari 2020 19:43 Reporter : Merdeka
Jokowi Bandingkan Penanganan Karhutla RI-Australia: Mereka Tak Punya Babinsa Presiden Jokowi Gelar Rakornas Karhutla 2020. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membandingkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Australia dengan Indonesia. Jokowi mengklaim penanganan karhutla di Indonesia lebih baik ketimbang Australia.

Jokowi melanjutkan, Indonesia memiliki Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang berada di bawah kewenangan TNI untuk menangani masalah karhutla. Sementara Australia, hanya memiliki polisi hutan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2).

"Coba dicek di Australia, enggak ada Babinsa, Babinkantibmas juga enggak ada. Mereka hanya punya polisi hutan, penjaga hutan, kita juga punya. Itu keuntungan kita," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan bahwa karhutla di Australia setidaknya membakar 11 juta hektare lahan. Hal itu, kata dia, membuat negara sebesar Australia menjadi kewalahan.

Untuk itu, Jokowi meminta semua pihak untuk mencegah terjadinya karhutla. Dia juga mengingatkan Babinsa, pejabat TNI-Polri dan kepala daerah di wilayah rawan karhutla segera padamkan api sekecil apapun.

"Kalau ada api satu saja di desa, segera cari ember padamkan. Jangan sampai meluas dan menggunakan air yang berjuta-juta ton dan tidak menyelesaikan," jelas Jokowi.

1 dari 1 halaman

Kebakaran Hutan Australia

Bencana kebakaran hutan dan lahan atau yang lebih dikenal sebagai bushfires, telah menimpa Australia sejak triwulan ketiga tahun 2019 yang berlanjut sampai saat ini.

Kebakaran hutan disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan serta cuaca panas yang sangat ekstrem. Lebih dari 7,7 hektar lahan telah terbakar di Australia akibat bencana ini, dengan korban jiwa setidaknya 33 orang serta lebih dari 2.000 rumah dan bangunan terbakar beserta ribuan orang menjadi pengungsi.

Pemerintah pun mengirimkan 38 personel bantuan kemanusiaan Indonesia untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Blue Mountain, New South Wales telah tiba di Royal Australian Air Force (RAAF) Base Richmond, New South Wales (02/02/2020).

Bantuan kemanusiaan tersebut terdiri dari 26 personel Satuan Setingkat Peleton (SST) Zeni TNI Angkatan Darat, 6 personel Marinir, 4 personel Fasilitas Konstruksi TNI Angkatan Darat dan 2 personel Pusat Kesehatan TNI. Demikian seperti dikutip melalui kemlu.go.id, Senin (3/2/2020).

Diharapkan bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Indonesia tidak hanya dapat meringankan Australia dari bencana yang dilandanya, tetapi juga dapat memperkuat komitmen hubungan bilateral kedua negara untuk ke depannya. [eko]

Baca juga:
Indonesia Kirim Pasukan Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Australia
DPR Setuju TNI Kirim Pasukan Bantu Padamkan Kebakaran di Australia
Jatuh, Pesawat Pemadam Kebakaran Australia Hancur Lebur
Pesawat Pemadam Kebakaran Hutan Australia Jatuh Saat Padamkan Api
Nestapa Hewan-hewan Langka Mati dan Terluka dalam Kebakaran Hutan Australia
PM Australia Akui Gagal Atasi Krisis Kebakaran Hutan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini