JK: Teror Bukan Direncanakan di Masjid, Tapi dari Kos-kosan

Selasa, 7 Januari 2020 21:01 Reporter : Yan Muhardiansyah
JK: Teror Bukan Direncanakan di Masjid, Tapi dari Kos-kosan jusuf kalla di medan. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden periode 2005-2009 dan 2014-2019, M Jusuf Kalla, memastikan radikalisme tidak berawal dari masjid. Menurutnya, tempat kos justru sering jadi tempat perencanaan teror.

"(Saya) tidak pernah (mengetahui) bahwa teror direncanakan di masjid, nggak ada, hampir semua teror direncanakan di kos-kosan, jadi lebih berbahaya rumah kos daripada masjid apabila berbicara radikalisme," ujar Jusuf Kalla seusai melantik Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut, Selasa (7/1).

Peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto dijadikan Jusuf Kalla sebagai salah satu contoh. Menurutnya, teror itu dirancang di dalam kos-kosan.

1 dari 1 halaman

Karena itu, Jusuf Kalla meminta agar masjid terus dijaga. "Maka masjid harus dijaga bagaimana harmonisasinya dengan masyarakat, dan selaras dengan masjid lain lainnya," ucap Jusuf Kalla.

Sebelumnya, dalam sambutan, Jusuf Kalla juga meminta masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ibadah. Masjid harus menjadi tempat pendidikan bagi masyarakat, semisal untuk meningkatkan ekonomi lewat kewirausahaan atau koperasi.

"Kita tidak ingin masjid megah tapi masyarakatnya kumuh dan miskin," pesannya. [rnd]

Baca juga:
Resmikan Masjid Nurul Falah, Tito Minta Kajian Ibadah Paralel dengan Pancasila
Keindahan Masjid Terbesar di Eropa yang Berubah Warna Saat Adzan Berkumandang
Pembangunan Masjid Bantuan Pangeran Mahkota Abu Dhabi di Solo Tempati Lahan SPBU
Melihat Pemindahan Masjid 609 Tahun di Turki
Potret Minoritas Muslim Ibadah di Masjid Terbesar India
Pembangunan Masjid dari Putra Mahkota Abu Dhabi di Solo Dimulai Januari 2020

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini