Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengumumkan langkah sinergis antara Komite Percepatan Reformasi Polri dan Tim Transformasi Reformasi Polri. Kedua entitas ini akan duduk bersama untuk bertukar pikiran secara mendalam mengenai perbaikan menyeluruh institusi kepolisian di Indonesia. Inisiatif ini menandai komitmen serius dalam meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.
Jimly menegaskan bahwa keberadaan kedua tim tersebut tidak perlu dipertentangkan, melainkan harus saling menunjang dalam mencapai tujuan bersama. Komite yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto akan berkolaborasi erat dengan tim bentukan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Sinergi ini menunjukkan adanya kesatuan visi dari berbagai pihak untuk mewujudkan perubahan positif yang signifikan.
Rapat perdana Komite Percepatan Reformasi Polri dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 November 2025, di Markas Besar Polri. Pertemuan awal ini akan menjadi platform krusial untuk mendengarkan berbagai masukan, termasuk dari internal kepolisian sendiri. Tujuannya adalah merumuskan langkah-langkah konkret demi reformasi yang efektif dan berkelanjutan bagi institusi.
Advertisement
Advertisement
Jimly Asshiddiqie menekankan bahwa Komite Percepatan Reformasi Polri dan Tim Transformasi Reformasi Polri memiliki tujuan fundamental yang sama. Kehadiran Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara langsung dalam Komite menunjukkan kesediaan internal Polri untuk berpartisipasi aktif. Ini merupakan respons cepat dan positif terhadap aspirasi publik yang menginginkan perbaikan institusi kepolisian.
Tim Transformasi Reformasi Polri, yang telah dibentuk lebih dulu oleh Kapolri pada 17 September 2025, menjadi bukti nyata kesiapan Polri untuk berbenah dari dalam. Jimly menilai inisiatif ini sebagai tanda keterbukaan institusi kepolisian dalam mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Mereka siap menerima masukan konstruktif untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik dan adaptif.
Meskipun tim internal Polri mungkin lebih fokus pada perbaikan manajemen internal, Komite Percepatan Reformasi Polri memiliki lingkup yang lebih luas. Komite ini dapat menjangkau perubahan yang lebih mendasar, termasuk kemungkinan revisi undang-undang atau perbaikan sistem secara menyeluruh. Diskusi bersama kedua tim akan menentukan aspek mana yang paling mendesak untuk direformasi demi masa depan Polri.
Advertisement
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik 10 anggota Komite Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka pada Jumat sore. Jimly Asshiddiqie dipercaya untuk memimpin komite ini sebagai ketua merangkap anggota. Pembentukan komite ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal upaya reformasi kepolisian secara komprehensif dan terukur.
Komite tersebut diisi oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai latar belakang, termasuk Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Anggota lainnya meliputi Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, serta Wakil Menteri Koordinator Otto Hasibuan. Hadir pula mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
Selain itu, dua mantan Kapolri lainnya, Jenderal Pol. (Purn.) Idham Azis dan Jenderal Pol. (Purn.) Badrodin Haiti, turut menjadi bagian dari komite. Kehadiran para pakar dan mantan pimpinan Polri ini diharapkan membawa perspektif beragam dan pengalaman berharga untuk mendorong reformasi Polri yang efektif. Tim Transformasi Reformasi Polri sendiri dipimpin oleh Komjen Pol. Prof. Chryshnanda Dwilaksana.
Advertisement
Rapat perdana Komite Percepatan Reformasi Polri akan dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025, di Mabes Polri. Pertemuan ini tidak hanya untuk menyusun agenda kerja, tetapi juga untuk mendengarkan langsung problematika dari perwira internal kepolisian. Ini merupakan langkah awal yang strategis dalam merumuskan agenda perbaikan institusi kepolisian yang lebih transparan dan akuntabel.
Sumber: AntaraNews