Jenderal Senior TNI soal Tuntutan 17+8 ke Prabowo: Presiden Selalu Dengar Pemintaan Pendemo, Kalau Dituruti Semua Repot

Wiranto mengingatkan semua pihak menjaga diri dan tidak terbakar emosi, serta melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Jenderal Senior TNI soal Tuntutan 17+8 ke Prabowo: Presiden Selalu Dengar Pemintaan Pendemo, Kalau Dituruti Semua Repot
Jenderal Senior TNI soal Tuntutan 17+8 ke Prabowo: Presiden Selalu Dengar Pemintaan Pendemo, Kalau Dituruti Semua Repot (Merdeka.com)

Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto mengatakan Presiden Prabowo Subianto selalu mendengarkan aspirasi atau tuntutan para pendemo. Hanya saja, menurut Wiranto, tak mungkin semua tuntutan pendemo dituruti Prabowo.

"Sebagian apa yang diminta oleh para pendemo, oleh masyarakat ya tentu selalu didengar oleh Presiden ya dan Presiden juga tentu sedapat mungkin telah mendengarkan itu kemudian memenuhi apa yang diminta," kata Wiranto sebelum menghadap Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9).

"Tentunya tidak serentak ya semua dipenuhi, kalau semua permintaan dipenuhi kan juga repot ya," sambung Wiranto.

Dia menyerahkan kepada Prabowo soal penyerapan tuntutan-tuntutan para pendemo. Witanto meyakini Prabowo sosok yang responsif terhadap harapan rakyat.

"Tentu kita nyerahkan saja kepada Presiden yang saya tahu beliau sangat memperhatikan, sangat mendengarkan dan responsif ya terhadap apa yang diharapkan rakyat," ujar Wiranto.

Wiranto Ingatkan Masyarakat Tak Emosi

Wiranto mengingatkan semua pihak menjaga diri dan tidak terbakar emosi, serta melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Menurut dia, semua masalah dapat dibahas dan dikomunikasikan dengan pemerintah.

"Karena semua masalah bisa dibicarakan dengan baik, bisa dikomunikasikan ya," tutur Wiranto.

Dia menyebut seharusnya masyarakat malu dengan para pejuang dan pahlawan yang memerdekakan Indonesia. Wiranto menekankan pekerjaan bangsa Indonesia saat ini lebih mudah dibandingkan para pejuang kemerdekaan yang mempertaruhkan nyawanya.

"Harusnya ya kita malu ya pada para pendahulu kita yang telah memerdekakan negeri ini. Yang mereka tentu risiko mereka lebih berat dari kita karena mereka melawan penjajah, memerdekakan negeri ini. Sedangkan kita kan harus, harus hanya, apa ya, memelihara persatuan-kesatuan bangsa," jelas dia.

"Kerjaan yang tidak lebih berat dari apa yang dilaksanakan para pendahulu kita, yang bertaruh nyawa sehingga kalau semua bisa menyadari ini, saya kira ya semua akan baik-baik saja," sambung Wiranto.

Wiranto tak menjelaskan secara rinci hal apa yang akan dibahas dengan Prabowo. Namun, dia menuturkan dirinya dipanggil Prabowo untuk membahas langkah-langkah pemerintah usai aksi demonstrasi berujung ricuh.

"Saya tentu menghadap beliau, dipanggil beliau, akan membicarakan hal-hal apa yang sebenarnya harus dilakukan pemerintah ya untuk mengatasi semua ini. Tapi kembali tadi, ya kalau semuanya bisa nahan diri, semua bisa bersikap nggak emosional, saya kira semuanya baik-baik saja," pungkas mantan Panglima ABRI itu.

Rekomendasi