Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenderal hingga Cendana disebut pemilik restoran hantu di Bedugul

Jenderal hingga Cendana disebut pemilik restoran hantu di Bedugul Restoran angker di Tabanan. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Lebih dari 12 tahun bangunan restoran di wilayah Desa Taman Tanda, Kabupaten Tabanan, Bali dibiarkan mangkrak. Hingga akhirnya disebut sebagai bangunan rumah hantu. Hal ini pun sangat disayangkan oleh pemerintah Kabupaten Tabanan, mengingat bangunan ini berada di kawasan wilayah objek Wisata Bedugul.

"Jelas kita sangat sayangkan. Kawasan Bedugul yang indah dan cantik, ada cacatnya karena bangunan ini," ucap Kadisparda Kabupaten Tabanan I Made Adnyana, dihubungi via telepon Jumat (18/12) kemarin.

Dia berharap pihak investor bisa menjelaskan soal rencana dari bangunan tersebut. Adnyana membenarkan bahwa bangunan yang berada di kawasan objek wisata Bedugul ini kerap jadi pertanyaan setiap pejabat dan wisatawan yang melintas.

restoran angker tabanan

Restoran angker Tabanan ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

"Sudah banyak yang menanyakan. Tetapi kalau bicara soal lahan tidur atau bangunan yang tidak difungsikan, bukan kapasitas saya menjelaskan. Memang dahulu bangunan itu untuk kepentingan wisata, tetapi hingga saat ini kejelasan dan mau diapakan itu kami di Dinas Pariwisata tidak pernah dilibatkan," ungkapnya.

Apakah restoran 'berhantu' ini milik usaha keluarga Cendana? Adnyana enggan untuk berkomentar banyak. "Aduh sekali lagi saya tidak tau, tetapi kalau tidak salah sudah diambil alih. Tetapi kejelasannya tidak ada kabar lagi," jelasnya.

Dirinya menuturkan bahwa bangunan ini awalnya dimiliki atas nama Letnan Jenderal TNI ( Pur) Sudjana. Jenderal yang semasa pemerintahan Orde Baru ini menjabat Menteri Energi dan SDA. Kemudian bangunan ini dijual oleh seseorang bernama Purnayasa, warga setempat. Soal proses jual belinya dilakukan oleh seseorang dari partai Demokrat.

"Coba bapak tanyakan langsung sama orang Demokrat, dia banyak tahu," tutupnya.

Warga setempat meyakini bahwa restoran megah yang kini ditumbuhi padang ilalang ini, salah satu pemegang sahamnya adalah dari keluarga Cendana. "Kalau tidak salah punyanya Pak Tomy. Setelah bapaknya (Soeharto) lengser, bangunan ini tak lagi beroperasi. Kita juga tidak tau mau diapakan bangunan ini, dulu. Apalagi sekarang, gak jelas pak," ungkap salah seorang warga di Taman Tanda, Jumat (18/12). (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP