Jenderal Agus Subiyanto Apresiasi Bantuan Kemanusiaan TNI untuk Palestina: 1.669 Pasien Dirawat Dekat Gaza

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memuji tim medis yang memberikan Bantuan Kemanusiaan TNI di dekat Gaza. Mereka telah merawat 1.669 pasien Palestina yang terdampak konflik, menunjukkan komitmen Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jenderal Agus Subiyanto Apresiasi Bantuan Kemanusiaan TNI untuk Palestina: 1.669 Pasien Dirawat Dekat Gaza
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sapa prajurit yang bertugas dalam misi kemanusiaan di Gaza melalui video virtual. Tim medis telah tangani 1.669 pasien, mayoritas ortopedi. Apa pesan Panglima? (Merdeka.com)

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto memberikan apresiasi kepada pasukan yang bertugas dalam misi kemanusiaan. Apresiasi ini disampaikan pada Minggu, 21 September, melalui panggilan virtual dari acara kesehatan di Jakarta.

Jenderal Agus Subiyanto terhubung dengan tim medis di Mesir, berjarak 40 kilometer dari perbatasan Gaza. Ia memuji upaya mereka merawat warga sipil Palestina yang terdampak konflik di wilayah tersebut.

Misi ini wujud komitmen berkelanjutan Indonesia untuk Palestina, telah berjalan selama sebulan. Tim medis TNI berperan penting meringankan penderitaan dan memberi harapan bagi korban konflik.

Dedikasi Tim Medis TNI di Tengah Konflik

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan kebanggaannya atas kinerja tim. "Kami bangga padamu karena telah membantu saudara-saudara kami di zona konflik," ujarnya, menegaskan pentingnya solidaritas kemanusiaan.

Ia juga mendorong tim untuk terus memberikan dukungan kepada penduduk yang mengungsi dan mereka yang berada di tempat penampungan sementara. Selain itu, Panglima TNI mengingatkan para personel untuk senantiasa menjaga kesehatan pribadi mereka selama menjalankan tugas mulia ini, mengingat kondisi yang menantang.

Interaksi virtual ini menjadi bagian dari rangkaian acara TNI Fair 2025 yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada tanggal 20-21 September. Acara ini menandai persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI yang akan jatuh pada tanggal 5 Oktober mendatang.

Peran Krusial dalam Perawatan Medis Palestina

Kolonel Komang Agus Wirawan, Komandan Satuan Tugas Medis TNI Angkatan Darat keempat, melaporkan perkembangan misi timnya. Ia menjelaskan bahwa timnya telah aktif merawat pasien di Rumah Sakit Apung El Arish di Mesir, yang menjadi pusat penanganan medis utama.

"Tugas utama kami adalah memberikan perawatan medis kepada warga Palestina yang menderita luka-luka terkait konflik," kata Kolonel Komang. Ia menambahkan bahwa dalam sebulan terakhir, timnya telah berhasil merawat sebanyak 1.669 pasien, sebuah angka yang menunjukkan skala kebutuhan medis di sana.

Tim medis ini terdiri dari enam dokter spesialis, 13 perawat, dan enam tenaga medis, yang bekerja tanpa lelah. Kolonel Komang juga merinci bahwa kasus yang paling umum ditangani dalam misi Bantuan Kemanusiaan TNI ini adalah trauma ortopedi akibat ledakan bom, termasuk patah tulang dan luka terinfeksi, yang memerlukan tindakan operasi serta rehabilitasi pasca-operasi seperti fisioterapi.

Komitmen Historis Indonesia untuk Palestina

Dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina memiliki akar sejarah yang panjang, berawal dari Presiden pendiri Soekarno. Pada tahun 1962, Presiden Soekarno dengan tegas menyatakan, "Selama kemerdekaan Palestina belum dikembalikan kepada bangsa Palestina, akan selamanya menjadi tugas Indonesia untuk menentang pendudukan Israel."

Sikap ini terus membentuk kebijakan luar negeri Jakarta hingga saat ini, menggarisbawahi dukungan kuat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Misi Bantuan Kemanusiaan TNI ini adalah manifestasi nyata dari komitmen tersebut, menunjukkan solidaritas Indonesia di kancah internasional.

Secara nasional, kampanye kesehatan TNI dalam rangka TNI Fair 2025 juga melibatkan berbagai kegiatan. Ini termasuk 80.000 donor darah, 80.000 penerima layanan medis umum, 800 pemeriksaan gigi, 800 sunat anak, 800 operasi katarak, delapan operasi bibir sumbing, dan 800 peserta pelatihan bantuan hidup dasar, yang sebagian besar menargetkan pengemudi ojek daring.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi