Industri asuransi nasional tengah menghadapi tantangan global yang semakin kompleks akibat eskalasi risiko geopolitik, meningkatnya ancaman siber, hingga tekanan regulasi lintas negara. Di saat bersamaan, kemajuan teknologi seperti digitalisasi, big data, dan kecerdasan buatan membuka peluang bagi penguatan inovasi dalam manajemen risiko.
PT Jasaraharja Putera (JRP Insurance) menunjukkan komitmennya memperkuat ketahanan industri dengan berpartisipasi aktif pada Seminar Wisuda AAMAI ke-32 yang mengangkat tema "Geopolitical Shifts and the Future of Insurance Risk Management".
Acara tersebut dibuka dengan paparan Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Soemarjono. Ia menekankan dua isu utama: meningkatnya fragmentasi geoeconomics yang mendorong proteksionisme dan menghambat diversifikasi investasi global memicu risiko likuiditas, kredit, dan volatilitas pasar serta kebutuhan peningkatan kepatuhan akibat standar regulasi yang berbeda di setiap yurisdiksi.
Pada forum itu, Direktur Teknik merangkap Plt Direktur Keuangan, Umum & SDM PT Jasaraharja Putera, Suhardiman, menjadi Moderator Utama dalam diskusi panel. Ia memimpin percakapan strategis mengenai adaptasi industri terhadap risiko geopolitik, ancaman kejahatan siber, serta pemanfaatan teknologi intelijen risiko secara real time.
Panel menghadirkan para eksekutif perusahaan asuransi nasional, yakni Direktur PT Prudential Life Assurance Maria Rosalinda, Direktur Utama PT Simas Insuretech Teguh Aria Djana, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT BRI Asuransi Indonesia Heri Supriyadi. Para pembicara sepakat bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan AI serta data analitik menjadi kunci menghadirkan manajemen risiko yang berkelanjutan.
Advertisement
Partisipasi jadi Langkah Penting
Partisipasi Jasaraharja Putera dalam seminar ini disebut menjadi langkah penting perusahaan dalam mendorong peningkatan kompetensi profesional asuransi Indonesia dan memperkuat kesiapan menghadapi era ketidakpastian geopolitik.
"Perubahan geopolitik menuntut industri asuransi untuk bergerak lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih kolaboratif. Melalui forum seperti AAMAI, kita dapat memperkuat literasi risiko, berbagi pengalaman, dan membangun strategi yang relevan untuk menghadapi ketidakpastian global. PT Jasaraharja Putera berkomitmen untuk terus berada di garis depan inovasi manajemen risiko terutama dalam industri asuransi," ujar Suhardiman.