Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Janji tak jadi badut Winnie the Pooh, kakek nenek Karsi bakar kostum

Janji tak jadi badut Winnie the Pooh, kakek nenek Karsi bakar kostum Kakek Winnie The Pooh. ©facebook.com/rio fahmy nugraha

Merdeka.com - Tak mau lagi dicap pembual, Suwadi alias Suaedi dan Karsi, warga Dusun Bulu, Desa Sawo, Kecamatan Jetis, membakar sepasang badut Winnie the Pooh miliknya di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Peristiwa itu terjadi usai sepasang pengamen Winnie the Pooh tersebut, meneken surat perjanjian bermaterai yang disodorkan pihak Dinsos. Suaedi dan Karsi, berjanji tak akan lagi menjadi badut beruang dengan mengaku-aku sakit dan sebatang kara.

"Waktu di sini, ya cuma sehari itu. Hari Senin mereka diantar Dinsos Sidoarjo ke sini (Mojokerto). Langsung kita lakukan pembinaan mental serta kita buatkan surat perjanjian. Setelah itu kita pulangkan," terang Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten, Mojokerto, Liyanto pada merdeka.com, Rabu (17/6) kemarin.

surat pernyataan tidak akan jadi badut lagi

Keduanya juga dijemput anak laki-lakinya. Liyanto melanjutkan, sebenarnya, keluarga Suaedi dan Karsi melarang aktivitas keduanya menjadi badut, tapi tak pernah digubris, hingga akhirnya diangkut petugas di Sidoarjo, Minggu lalu (14/6).

Sepasang badut Winnie the Pooh ini, biasa mangkal di Lippo Mall Sidoarjo. Dan agar mendapat uang belas kasih lebih banyak, Suaedi mengaku sakit stroke dan sebatang kara di Driyorejo, Gresik. Sehari mereka mengaku bisa membawa pulang Rp 500 ribu.

Aksi mereka terbongkar, saat petugas Dinsosnaker Kabupaten Sidoarjo yang terkecoh informasi soal kondisi Suaedi dan bermaksud merawatnya hingga sembuh di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Petugas Dinsos berusaha memeriksa kesehatan Suaedi.

Namun, setelah dicek kesehatannya, Suaedi tidak stroke alias sehat. Pada KTP-nya, juga tercatat warga Kabupaten Mojokerto, bukan Gresik.

Sementara Karsi yang ikut dibawa petugas, juga mencurigakan. Semula, dia mengaku anak Suaedi. Setelah didesak petugas, baru mengaku istri ke tujuh kakek kelahiran Surabaya, 75 tahun silam itu.

Karena tidak ada masalah dengan kesehatannya, hari Senin pagi, Suaedi dan Karsi diserahkan pihak Liponsos Sidoarjo ke Dinsos Kabupaten Mojokerto.

Dan karena berlatar belakang membohongi banyak orang inilah, pihak Dinsos Kabupaten Mojokerto tidak begitu saja percaya kepada keduanya meski sudah menandatangani surat perjanjian bermaterai.

"Mereka dijemput anak laki-lakinya di sini (Dinsos). Di depan anaknya, mereka janji tidak mengulangi pekerjaannya lagi."

Memang, masih kata Liyanto, dari keterangan anaknya, mereka ini berasal dari keluarga, yang tergolong mampu, bukan dari kalangan orang miskin. Tapi, Suaedi dan Karsi memilih jadi badut pengamen di jalan-jalan.

"Karena sudah janji, untuk membuktikan kesungguhannya, mereka bakar dua baju badutnya di sini. Iya di sini, di depan halaman itu mereka membakar baju badutnya, sebelum berangkat pulang," ungkap Liyanto menunjuk lokasi pemusnahan Winnie the Pooh. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP