Janice Tjen Gabung IMG Tennis, Perkuat Representasi Komersial di Kancah Dunia

Petenis berprestasi Janice Tjen resmi gabung IMG Tennis, agensi olahraga global, untuk memperkuat representasi komersial. Langkah ini menandai babak baru kariernya di tenis internasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Janice Tjen Gabung IMG Tennis, Perkuat Representasi Komersial di Kancah Dunia
Petenis putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, menargetkan masuk 20 besar dunia pada musim 2026. Setelah sukses meraih gelar WTA, mampukah ia melampaui rekor Yayuk Basuki? (AntaraNews)

Petenis muda kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, telah resmi bergabung dengan IMG Tennis, sebuah agensi olahraga internasional terkemuka. Pengumuman ini disampaikan pada 15 November di Jakarta, menandai langkah strategis Janice untuk memperkuat representasi komersialnya. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang sponsorship dan pengembangan karier profesionalnya di kancah global.

IMG Tennis dikenal sebagai salah satu agensi terbesar di dunia yang mengelola karier bintang tenis seperti Carlos Alcaraz. Dengan bergabungnya Janice, ia kini berada di bawah payung manajemen yang memiliki jaringan luas. Agensi ini memiliki pengalaman panjang dalam industri olahraga internasional.

Janice Tjen mengungkapkan bahwa kehadiran IMG akan berperan sebagai agen representasi, khususnya dalam pengembangan kerja sama komersial. "Agen aku sebagai representasi aku, dan mereka itu akan membantu di bagian mencari sponsorship untuk ke depannya," kata Janice dalam wawancara di Jakarta, Sabtu. Hal ini menunjukkan fokus jelas pada peningkatan nilai komersial sang atlet.

Janice Tjen menegaskan bahwa IMG tidak akan memiliki intervensi dalam keputusan teknis maupun penyusunan kalender kompetisi. Agensi ini akan sepenuhnya fokus pada aspek representasi dan komersial. Ini memberikan kebebasan bagi petenis untuk tetap fokus pada performa di lapangan.

"IMG tidak akan ikut campur dengan urusan tenis aku. Mereka memang cuma jadi agen representasi aku aja," ujar petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu. Pernyataan ini memperjelas batasan peran IMG. Kemitraan ini murni sebagai mitra strategis dalam pengembangan merek pribadi Janice Tjen.

Dalam urusan teknis, Janice memastikan tetap bekerja sama dengan pelatih pribadinya, Chris Bint. Keputusan bermain di nomor tunggal, ganda, atau keduanya, akan diputuskan bersama pelatih. "Aku lebih diskusi sama pelatih, karena di single aku juga maju volley dan itu membantu development aku. Main ganda aku juga enjoy, apalagi sama Kak Aldila," tambahnya.

Petenis yang saat ini menempati peringkat ke-53 dunia ini membuka peluang kembali berpasangan dengan Aldila Sutjiadi di nomor ganda. Duet mereka sebelumnya telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Potensi meraih lebih banyak gelar sangat terbuka lebar.

Namun, menurut Janice, hal itu juga tergantung pada acceptance list dan peringkat mereka berdua. Faktor-faktor ini menjadi penentu partisipasi di turnamen besar. Kolaborasi dengan Aldila Sutjiadi sangat dinantikan oleh penggemar tenis Indonesia.

Terkait rencana turnamen awal musim, Janice menyebut pihaknya masih mematangkan jadwal bersama tim. Diskusi intensif sedang berlangsung untuk menentukan turnamen pembuka yang paling strategis. "Kemungkinan besar bakal mulai dari Auckland, New Zealand, tapi masih diskusi juga antara Brisbane atau Auckland," kata Janice, mengindikasikan persiapan matang untuk musim kompetisi mendatang.

Janice Tjen bergabung dengan IMG Tennis setelah berhasil mencetak sejarah. Ia meraih gelar tunggal WTA 250 Chennai Open di India pada awal bulan ini. Kemenangan prestisius ini mengangkat namanya di kancah internasional.

Pencapaian ini sekaligus mengakhiri puasa gelar WTA Indonesia yang telah berlangsung lama. Petenis Indonesia terakhir yang memenangi gelar tunggal putri adalah Angelique Widjaja pada tahun 2002. Prestasi Janice menandai era baru bagi tenis putri Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Janice juga meraih gelar ganda bersama Aldila Sutjiadi. Berkat gelar ganda di India, peringkat ganda Janice melesat naik 18 strip ke peringkat 85 dunia. Kombinasi prestasi ini menunjukkan kapabilitas menyeluruh Janice Tjen sebagai atlet profesional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi