Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Jangan takut pegang mayat', ajaran Mun'im Idries ke mahasiswa

'Jangan takut pegang mayat', ajaran Mun'im Idries ke mahasiswa Munim Idris. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Dokter ahli forensik Abdul Mun'im Idris, meninggal dunia karena kanker pankreas dan sakit komplikasi lain yang dideritanya. Para kerabat, kolega, dan anak didik almarhum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang datang ke Rumah Duka RSCM, mengungkapkan kesan mendalam terhadap sosok pakar forensik itu.

Salah seorang mantan anak didik almarhum, Rendi (30), mengenal sosok Mun'im Idris sebagai dokter yang gigih dan tidak pernah mengeluh dalam menjalankan pekerjaannya sebagai pengajar maupun sebagai dokter forensik. Rendi juga mengingat pesan Mun'im kepada dirinya.

"Saya dulu diajar beliau waktu kuliah di UI, saat diajar dulu, almarhum berpesan dalam bekerja jangan pernah mengeluh baik dalam segala aktivitas. Beliau juga orangnya tidak memilih-milih teman dan humoris," kata Rendi saat ditemui di Rumah Duka RSCM, Jumat (27/9).

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sumi (25) mengenal sosok Mun'im sebagai sosok yang penyabar dan disiplin dalam mentransfer ilmunya. Kesabaran Mun'im dalam memberikan kuliah, membuat Sumi tertarik dalam mendalami ilmu forensik.

"Saya pertama geli dan takut memegang mayat, tapi beliau terus memberi support, akhirnya saya berani untuk memegangnya," katanya.

Pada dini hari tadi sekitar pukul 02.30 WIB Mun'im menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM. Mun'im sebelumnya sudah menjalani perawatan di sana selama dua pekan. Jenazah Mun'im rencananya akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, usai salat Jumat nanti. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP