Jamuan nasi liwet 'temani' pertemuan Muhammadiyah dan NU

Rabu, 31 Oktober 2018 21:39 Reporter : Ahda Bayhaqi
Jamuan nasi liwet 'temani' pertemuan Muhammadiyah dan NU Pertemuan PBNU dan Muhammadiyah. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bertemu dalam sebuah jamuan makan di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (31/10). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pertemuan itu merupakan kunjungan balasan PBNU yang lebih dulu disambangi pada Mei lalu.

"Alhamdulillah malam hari ini kami menerima kunjungan balasan PBNU dimana beberapa bulan lalu Mei kami silah ke PBNU. Ini acara silahturahmi yang penuh suasana keakraban," ujarnya saat konferensi pers.

Makanan yang disajikan adalah khas nusantara dan timur tengah. Yaitu nasi liwet, dan nasi briyani yang telah di-Indonesiakan. Menurut Haedar nasi liwet menjadi bintang dalam jamuan makan itu.

"Penggemarnya memang nasi liwet itu memang nusantara berkemajuan," kata Haedar.

Jamuan makan itu juga mendiskusikan beberapa hal seperti soal politik Pilpres dan Pemilu. Meski Haedar tak merinci apa yang dibicarakan. Selain itu, dibahas juga kerja sama antara dua organisasi Islam terbesar itu.

"Semangat kita maju bersama saling berbagi. Kami organisasi islam besar dan tua tentu kami ingin hadir menjadi umat yang tengahan tetapi maju berkeadaban," pungkas Haedar.

Hadir dalam pertemuan kurang lebih satu jam adalah Ketum PBNU Said Aqil, Waketum PBNU Maksum Mahfoed, Sekjen PBNU Helmy Faishal, Ketua PBNU Robikin Emhas dan Eman Suryaman, Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Azie, Ketum PP GP Ansor Yaqut Qoumas dan Ketum PP PS Pagar Nusa Nabil Haroen.

Rombongan PBNU diterima Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekjen Abdul Mu'ti, beserta pengurus lainnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Muhammadiyah
  2. PBNU
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini