Jadi ajang mabuk-mabukan, 4 warung remang-remang dirusak warga
Merdeka.com - Akibat menjual minuman keras (miras), warga di Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten merusak empat warung remang-remang yang beroperasi di wilayahnya. Aksi tersebut dilakukan karena lokasi tersebut kerap dijadikan ajang mabuk-mabukan dan prostitusi.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula dari kedatangan ratusan warga menyambangi salah satu warung remang-remang. Massa langsung merangsek masuk setelah mendengar teriakan 'tutup'.
Massa lantas memukuli bangunan yang terbuat dari triplek dengan beringas. Aksi ini berhenti ketika polisi tiba di lokasi.
Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Serang, Kompol Asep Mauludin mengatakan, saat sekelompok massa tersebut melakukan pengerusakan, aparat Polres Serang, Satpol PP, Muspika dan warga sedang melakukan koordinasi perihal penertiban warem di wilayah tersebut.
"Sebenarnya kami dan jajaran muspika sedang melakukan rapat koordinasi di kantor Kelurahan Kaligandu untuk memberikan imbauan ke pemilik warung. Namun acara belum tuntas, ada sekelompok massa lainnya meninggalkan acara tersebut dan melakukan pengrusakan warung warung," kata Asep kepada wartawan, Minggu (7/7).
Menurut Kompol Asep, tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok massa tersebut, akibat ketidaksabaran warga untuk mendengarkan arahan. "Padahal, kita semua akan menertibkan warung remang-remang jelang ramadhan ini," kata Asep.
Berdasarkan pantauan, hingga kini kondisi warem yang dirusak massa masih terpasang garis polisi dan tinggalkan oleh para pemiliknya. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya