Isu Kesejahteraan Sosial, Jokowi Kenalkan Dewi Dedi, Sandi Siapkan 7 Langkah

Sabtu, 13 April 2019 21:46 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Isu Kesejahteraan Sosial, Jokowi Kenalkan Dewi Dedi, Sandi Siapkan 7 Langkah Debat kelima Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memperkenalkan istilah Dewi dan Dedi dalam debat pamungkas Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Sabtu (13/4). Dewi merupakan singkatan dari desa wisata, sedangkan Dedi adalah desa digital. Dua istilah ini ditujukan sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat.

"Kami juga akan menciptakan namanya itu Dewi Dewi dan Dedi Dedi. Dewi itu apa namanya desa wisata dan desa digital," kata Ma'ruf dalam debat.

Sementara itu, Capres Prabowo Subianto mengatakan, partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan bangsa dan negara sangat penting. Dengan demikian, Prabowo ingin memastikan kebijakan-kebijakan yang mendukung kepentingan kaum perempuan.

"Mau tidak mau karena mereka sangat menentukan kehidupan sosial politik bangsa Indonesia," terangnya.

Sementara Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dua pertiga kegiatan perempuan yang memulai usaha baik di rumah maupun juga usaha usaha mikro kecil menengah, menginginkan kebijakan yang lebih berpihak. Hal ini agar mereka bisa mendapatkan akses pelatihan pendampingan juga permodalan.

Prabowo mencontohkan program OK Oce di DKI Jakarta. Menurutnya, kebanyakan peserta program tersebut adalah emak-emak yang menjadi tulang punggung.

"Kami percaya bahwa entrepreneurship ini bisa didorong lebih baik sebagai penciptaan lapangan kerja. Kami melihat peran perempuan luar biasa jika ekonomi keluarga yang ditopang oleh perempuan itu bisa lebih baik. Ke depan Kami yakin ketimpangan ini bisa dikurangi, secara kami yakin gerakan OK Oce bisa memberdayakan perempuan," ujar Sandi.

Sementara itu, Ma'ruf yang mendapat kesempatan berbicara menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah saat ini juga mendukung usaha yang dikelola perempuan. Dia mencontohkan kredit usaha mikro dan juga bank wakaf mikro yang ada di pesantren.

"Saya tahu persis bahwasanya nasabahnya 100 persen perempuan. Dan ini adalah upaya pemberian bahkan sudah ibu-ibu merasa tertolong, dan mereka merasa bangga. Oleh karena itu upaya-upaya ini akan terus dibangun, dan kami kembangkan juga di desa-desa. Kami juga akan menciptakan namanya itu Dewi Dewi dan Dedi Dedi. Dewi itu apa namanya desa wisata dan desa digital," terangnya

Jokowi yang melengkapi jawaban Ma'ruf, mengatakan bahwa selain itu, pihaknya juga membuat program Mekar dari PNM. "Sudah 4 tahun ini nasabahnya sudah 4,2 juta. Tahun ini kita targetkan lebih dari 10 juta. Itu adalah pedagang asongan pedagang bakso pedagang mi," beber Jokowi.

Sandiaga yang kembali mendapat kesempatan berbicara menyampaikan, permasalahan yang dihadapi oleh peserta PNM adalah minimnya akses terhadap pasar.

"Kita memberikan suatu program yang berkesinambungan, Prabowo-Sandi menyebutnya 7 langkah. Pertama adalah mendaftarkan para perempuan hebat perempuan Mandiri ini akan menjadi tulang punggung perekonomian. Kedua akan memberikan pelatihan-pelatihan. Ini tentunya berjenjang, kita ingin mereka bisa memiliki."

"Kita setelah itu dengan pendampingan karena 80 persen dari kegagalan perempuan yang terjun ke bisnis adalah tidak memiliki mentor pendampingan, Setelah itu kita bantu perizinannya. Banyak sekali usaha-usaha di Makassar ini susah mendapatkan perizinan, karena di perumahan itu tidak bisa dikeluarkan perizinan. Kita bantu perizinannya dengan gerakan OK Oce, setelah itu pemasaran packaging. Dan terakhir kita bantu administrasi keuangan, agar mereka melek terhadap bagaimana menghitung cash flow profit dan loss dan lain sebagainya. Terakhir adalah akses permodalan karena perempuan hebat perempuan menjadi luar biasa kalau dikasih pinjam uang 99,9 persen uangnya balik," bebernya.

Sedangkan Jokowi yang kembali mendapat kesempatan berbicara menjelaskan program Mekar. "Itu adalah pinjaman bagi ibu-ibu yang berdagang, baik asongan, bakso, mi ayam, kemudian usaha-usaha rumah tangga yang kita berikan pinjaman hanya Rp 2 juta, Rp 3 juta, Rp 4 juta kemudian sampai Rp 10 juta."

"Apabila lebih dari Rp 10 juta akan kita larikan ke KUR yang bunganya 7 persen, dan ini didampingi ada pendampingan dan sudah berjalan 4 tahun. Kemudian yang kedua yang berkaitan dengan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang sudah kita kerjakan, kira-kira satu setengah tahun ini juga sudah 1,1 juta nasabah," terang Jokowi. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini