Advertisement
Kolaborasi Internasional Dorong Kualitas Telapak Kaki Palsu Indonesia
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang telah menjalin kerja sama strategis dengan Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Mahidol University Thailand. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas telapak kaki palsu yang diproduksi di Indonesia, sebuah langkah penting dalam mendukung mobilitas pasien amputasi. Riset intensif telah berlangsung selama tiga tahun, menunjukkan komitmen kuat dari ketiga institusi dalam bidang teknologi kesehatan.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan telapak kaki palsu yang tidak hanya lebih awet, tetapi juga memberikan kenyamanan optimal bagi penggunanya. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap tantangan kualitas yang dihadapi produk telapak kaki palsu lokal. Dengan adanya riset mendalam dan pertukaran keahlian internasional, diharapkan inovasi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Permasalahan yang ditemukan pada telapak kaki palsu produksi Indonesia sebelumnya menjadi pendorong utama riset ini. Produk lokal kerap mengalami keausan karet yang cepat, patah di area sekitar jari kaki, serta tidak tahan terhadap cuaca hujan. Kondisi ini memicu kebutuhan akan solusi yang lebih baik dan berkelanjutan, yang kini diupayakan melalui kolaborasi lintas negara ini.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Kualitas Telapak Kaki Palsu Lokal
Sebelumnya, telapak kaki palsu yang diproduksi di Indonesia menghadapi beberapa kendala kualitas yang signifikan. Masalah utama meliputi keausan karet yang lebih cepat dari seharusnya, seringnya terjadi patah pada bagian karet di sekitar jari kaki, dan kurangnya ketahanan terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya saat hujan. Kondisi ini tentu mengurangi kenyamanan dan masa pakai produk bagi para pengguna.
Permasalahan ini mendorong Agus Nugroho, seorang dosen dari Jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Kemenkes Surakarta, untuk melakukan penelitian mendalam. Penelitiannya, yang berjudul “Development and Clinical Testing of Solid Ankle Cushion Heel (SACH Foot) for Low- and Middle-Income Countries,” dilaksanakan di Mahidol University Thailand. Langkah ini menandai upaya serius untuk mencari solusi inovatif dari tantangan yang ada.
Dalam penelitiannya, Agus Nugroho berfokus pada pengembangan telapak kaki palsu jenis SACH (Solid Ankle Cushion Heel) dengan keel berbahan polimer. Keel polimer ini kemudian dibungkus dengan karet komersial, sebuah pendekatan yang diharapkan dapat meningkatkan durabilitas dan fungsionalitas produk. Tujuan akhirnya adalah menciptakan telapak kaki palsu yang lebih tahan lama dan nyaman bagi pasien amputasi bawah lutut.
Advertisement
Advertisement
Proses Riset dan Pengembangan Kolaboratif
Proses pengembangan telapak kaki palsu baru ini melibatkan serangkaian tahapan yang komprehensif, mulai dari desain hingga prototipe. Tahapan desain, simulasi finite element analysis, dan prototyping untuk menghasilkan desain telapak kaki palsu yang inovatif, dikerjasamakan dengan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Teknologi Kesehatan CBIOM3S Undip. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap aspek teknis dan fungsional produk dipertimbangkan secara cermat.
Hasil dari upaya kolaboratif ini adalah terciptanya prototipe telapak kaki palsu baru yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal bobot dan kenyamanan. Prof. Dr. Rifky Ismail dari Undip, yang juga menjadi salah satu pembimbing, menyatakan, “Hasilnya, telapak kaki palsu baru yang lebih ringan dan lebih nyaman berhasil dibuat prototipe-nya.” Pencapaian ini merupakan bukti keberhasilan sinergi antara keahlian lokal dan internasional.
Penelitian ini juga melibatkan pembimbing ahli dari berbagai institusi. Selain Prof. Dr. Rifky Ismail dari Undip, Dr. Kazuhiko Sasaki dan Dr. Muhammad Nouman dari Mahidol University Thailand turut berperan sebagai pembimbing. Penguji eksternal yang diundang adalah Dr. Gary Guerra dari St. Mary’s University, USA, dan Prof. Surapong Chatpun dari Chulalongkorn University, Thailand, yang memberikan validasi ilmiah terhadap riset ini.
Advertisement
Advertisement
Uji Klinis dan Potensi Komersialisasi
Prototipe telapak kaki palsu baru yang telah dikembangkan ini tidak hanya berhenti pada tahap laboratorium. Untuk memastikan efektivitas dan kenyamanannya, telapak kaki palsu tersebut telah diujicobakan pada 13 pasien amputasi bawah lutut. Hasil pengujian menunjukkan respons yang sangat positif dari para pengguna, menandakan perbedaan nyata dalam pengalaman penggunaan.
Para pasien yang menggunakan telapak kaki palsu inovatif ini merasakan sejumlah manfaat signifikan. Mereka melaporkan langkah kaki yang terasa lebih ringan, tingkat kenyamanan yang meningkat, serta konsumsi energi yang lebih rendah saat beraktivitas. Temuan ini menegaskan bahwa desain dan material baru yang digunakan berhasil memenuhi kebutuhan fungsional dan kenyamanan pasien.
Keberhasilan riset dan uji klinis ini membuka jalan bagi tahap selanjutnya. Telapak kaki palsu kolaboratif yang merupakan hasil kerja sama Undip, Poltekkes Kemenkes Surakarta, dan Mahidol University Thailand ini direncanakan akan dilanjutkan menjadi produk komersial. Harapannya, produk ini dapat dipasarkan secara luas di kawasan ASEAN, memberikan akses terhadap teknologi prostetik berkualitas tinggi bagi lebih banyak individu yang membutuhkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews