Beredar video di media sosial seorang pria duduk membungkuk tertunduk lesu. Pria itu disebut-sebut adalah sopir mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak puluhan siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) pagi.
Dalam cuplikan video yang kini ramai dibagikan, terlihat pria tersebut duduk sambil menunduk, dan sambil dimintain keterangan pria lainnya diduga dari pihak Kepolisian.
Terlihat, sopir menceritakan kronologi sesaat sebelum insiden memilukan itu terjadi. Sis opir berdalih biasa memarkirkan kendaraannya di depan gerbang sambil menunggu literasi pagi anak-anak rampung.
"Biasanya parkir mobil di depan gerbang sambil menunggu anak-anak kelar apel. Setelah kelar baru saya masuk," ujar pria yang diduga sopir mobil MBG diunggah akun instagram @cilincinginfo dikutip merdeka.com, Kamis (11/12).
Ia berdalih saat itu, tiba-tiba mobil berjalan sendiri. "Nah tiba-tiba mobil ngegas sendiri," dalihnya.
Respons Warganet
Netizen ramai-ramai meragukan jawaban sang sopir mobil MBG, setelah ia memberi keterangan dalam video yang beredar di akun Instagram @Infocilincing.
"Bukan rem blong itu, baru belajar naik mobil langsung disuruh kerja," ujar @thisnot_theplace.
"Kok dia kagak punya rasa bersalah yaa. Bilang aja maaf dulu kek malah alesan rem blong kek membela diri ," timpal akun @shindy.cl56.
Advertisement
BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban SDN Kalibaru 01
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bakal menanggung biaya pengobatan para korban mobil MBG tabrak SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Tidak hanya itu, BGN juga menyerahkan proses penyelidikan ke Kepolisian.
Senada, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengaku turun langsung ke sekolah tersebut dan rumah sakit, pasca insiden kecelakaan yang terjadi.
Advertisement
Penanganan Korban Secepat Mungkin
Ia memastikan, seluruh proses penanganan korban dilakukan secepat mungkin, termasuk koordinasi lintas pihak untuk memastikan para siswa dan guru yang terluka mendapatkan layanan medis optimal.
"Saya sudah berada di lokasi untuk memastikan semua penanganan berjalan cepat. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh BGN, sebagai bentuk tanggung jawab.
"Biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh kami (BGN), dan mereka ditempatkan di Klas 1 (RSUD) semua," ucap Sony.
Reporter Magang: Muhammad Aidil Akbar