Ini klarifikasi lengkap Kapolri soal video ormas Islam yang viral
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Tito disambut oleh Ketua Umum PB NU, Said Aqil Siroj beserta perwakilan 14 ormas islam yang tergabung di Lembaga Persatuan Ormas Islam (LPOI).
Tito menyampaikan klarifikasi video pidato mengenai ormas islam yang sempat viral.
"Saya memberikan klarifikasi tentang konteks-konteks pidato saat itu. Saya menyampaikan kronologi, kontekstual, dan isi seperti apa," ujarnya di lokasi, Rabu (31/1).
Dia mengaku kaget beredarnya video pendek tersebut. Saat itu dirinya mengetahui ada video itu saat berada di luar kota. Lalu, dia memerintahkan staf untuk mencari tahu video itu.
"Setelah dicek oleh staf saya ternyata itu adalah tanggal 8 Februari 2017, setahun yang lalu ketika ada acara halaqah di Pesantren Tanara Serang Banten di tempatnya Kiai Ma'ruf Amin majelis ulama Indonesia," ujarnya.
Kata Tito, itu sebenarnya sambutan yang berdurasi cukup lama sekitar 26 menit. Namun dalam video yang sekarang viral, durasinya hanya dua menit. Isinya Polri seolah hanya mendukung NU dan Muhammadiyah, bukan ormas yang lain. Hal ini yang membuat Tito kaget.
"Tetapi dipotong 2 menit. Dan 2 menit itu mungkin ada bahasa-bahasa yang kalau hanya dicerna 2 menit itu membuat beberapa pihak kurang nyaman," sambungnya.
Selain bertemu dengan Said Aqil beserta perwakilan dari LPOI, Tito juga mengaku sudah bertemu dengan Ma'ruf Amin. Menurut dia, Ma'ruf Amin sebagai saksi yang mengundang dan mendengar kata sambutan tersebut.
"Beliau adalah saksi yang mengundang dan mendengar sambutan saya, saya pikir beliau sudah menyampaikan kepada media kemudian saya memberikan klarifikasi seperti itu, jadi sekali lagi itu adalah acara yang sudah setahun yang lalu," tegas dia.
Jenderal Tito Karnavian juga heran atas beredarnya video pidatonya beredar di dunia maya. "Justru yang menjadi pertanyaan sebetulnya bagi saya kok bisa muncul sekarang dan dipotong begitu," ujarnya.
"Alhamdulillah bisa dipahami dan sedikit pun tidak ada niat dari saya selaku Kapolri termasuk institusi polri untuk tidak membangun hubungan dengan Organisasi Islam di luar NU dan Muhammadiyah," ujarnya.
Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, Polri sangat berkepentingan untuk membangun hubungan baik dengan ormas-ormas manapun sepanjang satu visi. Sebab, selalu berpegang teguh menjaga NKRI dan Pancasila.
"Karena Polri konsisten dengan itu. Oleh karena itu ke depan kami akan datang untuk membangun hubungan lebih erat dengan ormas-ormas Islam yang lainnya. Karena dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mungkin sudah sering diundang dan lain-lain. Kita akan datang setelah itu juga jajaran kepolisian yang lainnya baik di Polda maupun di Polres juga saya akan memerintahkan juga untuk membangun hubungan yang sama ke bawah, dengan jajaran ormas-ormas yang Islam yang ada," pungkasnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya