Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini cara para sipir bantu bisnis gembong narkoba di penjara

Ini cara para sipir bantu bisnis gembong narkoba di penjara Pemecatan Sipir Lapas Imran. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Peredaran narkoba di Indonesia semakin meresahkan. Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat.

Hingga tahun 2015, BNN memperkirakan pengguna narkoba di tanah air mencapai 5,1 juta orang. Data itu melonjak tajam di tingkat pelajar.

Sedangkan jumlah tersangka kasus narkoba terbanyak dialami kalangan yang berumur 30 tahun ke atas. Data penelitian BNN selama lima tahun terakhir, sebanyak 52,2 persen manusia Indonesia berumur 30 tahun terjerat kasus narkoba.

Hukuman penjara tak membuat pelaku narkoba jera. Bahkan, meski di balik jeruji besi mereka masih leluasa menjalankan narkoba lewat bantuan polisi khusus pemasyarakatan atau sipir.

Aksi kucing-kucingan antara pelaku narkoba dan sipir di Lapas bukan barang baru. Beberapa kasus peredaran narkoba dalam Lapas terungkap melibatkan sipir.

Berikut cara para sipir bantu bisnis gembong narkoba di penjara, dirangkum merdeka.com, Selasa (9/6):

Nyambi jadi kurir narkoba dalam penjara, sipir diciduk polisi

kurir narkoba dalam penjara sipir diciduk polisiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu Nusakambangan diringkus Kepolisian Resor (Polres) Cilacap karena berusaha menyelundupkan narkoba jenis sabu ke dalam pulau penjara tersebut. Sipir bernama Bayu Anggit Permana (29) ditangkap polisi di Dermaga Wijaya Pura saat membawa narkoba jenis sabu seberat 13,5 gram pada Senin (11/5) lalu.Kepala Polres Cilacap, Ajun Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya, mengatakan penangkapan dilakukan setelah adanya informasi penyalahgunaan narkoba di Pulau Nusakambangan. "Dari hasil penyelidikan selama kurang lebih satu bulan, kami mendapatkan informasi bahwa di wilayah Nusakambangan terjadi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan petugas Lapas Batu," katanya kepada wartawan saat gelar perkara di Mapolres Cilacap, Kamis (14/5).Mengetahui hal tersebut, pihaknya kemudian menggeledah tersangka Bayu yang sedang berada di Dermaga Wijaya Pura. Saat penggeledahan tersebut, petugas menemukan barang bukti 27 paket plastik klip berisi sabu seberat 13,5 gram, dua unit charger, satu unit handphone Nokia, satu unit handphone Smartfren, satu tas hitam dan uang tunai Rp 260 ribu serta satu kartu ATM.Tersangka kemudian dibawa ke Mapolres Cilacap untuk pemeriksaan lanjutan. Ulung menuturkan dari hasil interogasi, tersangka mengaku sabu-sabu itu milik seorang tahanan di LP Batu, bernama Abdul Rasyid alias Ocit (28).Mengetahui sabu tersebut milik seorang tahanan, petugas kemudian menggeledah sel yang ditempati Ocit di kamar nomor 6. Dari hasil penggeledahan, petugas mendapatkan barang bukti berupa satu unit handphone beserta SIM Card dan uang sebesar Rp 55 ribu.Dari pengakuannya, Ocit mengaku menyuruh Bayu untuk mengambil sabu-sabu dengan imbalan uang Rp 2,5 juta. Lebih jauh Ulung menuturkan, kedua tersangka akan dijerat Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 800 juta serta Pasal 114 ayat 1 UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.Selain itu, ia juga mengemukakan, akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengirim barang bukti ke Laboratorium forensik di Semarang. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kepala LP Batu di Nusakambangan dan menyelesaikan berkas perkara.

Sipir Lapas Banceuy ditangkap BNN bawa sabu 17 kg

banceuy ditangkap bnn bawa sabu 17 kgRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Salah satu sipir Lapas Banceuy kelas I A Bandung berinisial D ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta, Kamis (21/5) malam. Diamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 17 kilogram.Hal itu dibenarkan Kalapas Banceuy, Agus Irianto saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (22/5)."Betul (ditangkap) saya belum tahu persis kronologisnya. Saya cuma dapat informasi bahwa ada salah satu sipir Banceuy ditangkap BNN di Jakarta," kata Agus.Soal barang bukti yang diamankan BNN, menurut informasi yang diperoleh Agus, D sedang memegang sabu seberat satu kilogram saat tertangkap tangan petugas."Hasil pengembangan baru diamankan 17 kilogram. Tapi itu informasi belum pasti, saya masih mencari tahu dulu karena itu laporan dari staf saya," katanya.Informasi dihimpun, sipir tersebut diduga menjadi kurir yang dimiliki seorang warga negara Iran. Diduga penangkapan berlangsung saat akan bertransaksi.D saat ini sudah diamankan BNN guna penyelidikan lebih lanjut.

Jadi budak gembong narkoba Freddy Budiman, sipir LP Cipinang dicopot

gembong narkoba freddy budiman sipir lp cipinang dicopotRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menkum HAM Yasonna Laoly mencopot pegawai Lapas Cipinang, Imron. Penata muda tingkat I itu diketahui membantu Freddy Budiman mengedarkan narkoba di dalam lapas.Pantauan merdeka.com, pemecatan digelar di lapangan kantor Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pemecatan berdasarkan Surat Keputusan Menkum HAM yang menjatuhkan hukuman disiplin berat terhadap Imron."Ini adalah peristiwa terpahit yang saya rasakan selama menjabat sebagai Menkum HAM. Melepas pakaian dari saudara yang seharusnya menjadi kebanggaan saya," tutur Yasonna, Senin (8/6).Saat upacara pencopotan, Yasonna melepaskan seragam dan pet yang dikenakan oleh Imron. Dua orang petugas berada di sisi kanan dan kiri. Tato juga terlihat di tangan kanan Imron."Kita negara menyatakan perang melawan narkoba. Dengan memberikan hukum seberat-beratnya bagi pengedar dan bandar. Tak terkecuali pegawai kita sendiri yang terlibat," kata Yasonna.Setelah itu Imron berganti memakai batik berwarna hijau lengan panjang. Saat meninggalkan lokasi Imron tangan diborgol dan dikawal dua petugas. Dia juga sempat mengacungkan dua jempolnya.Yasonna juga memberi penghargaan ke 2 penjaga pintu Lapas kelas II-B Kotabaru, Kalsel, Rahmat Arif Wicaksono dan Herdaus. Keduanya dinilai berprestasi karena berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas.Sebelumnya, sipir LP Banceuy Bandung berinisial DR dicopot karena terlibat peredaran narkoba. "Upacara ini sebelumnya kita lakukan kepada sipir bernama Deni," kata lelaki kelahiran Sorkam Tapanuli Tengah 61 tahun lalu ini.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP