Ini aksi Komunitas Rindu Menanti di halte kotor dan terbengkalai

Rabu, 18 November 2015 17:41 Reporter : Dian Rosadi
Ini aksi Komunitas Rindu Menanti di halte kotor dan terbengkalai Komunitas Rindu Menanti. ©2015 Merdeka.com/Dian Rosadi

Merdeka.com - Kondisi halte angkutan kota (angkot) dan bus yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat, dinilai memprihatinkan. Selain kondisinya terbengkalai, sebagian halte yang sudah dibangun dibiarkan menganggur.

"Fungsi halte ini sebenarnya untuk apa? Banyak halte dibiarkan terbengkalai sehingga kotor dan berdebu. Bahkan ada yang masih digembok. Jadi sebenarnya untuk apa dibangun jika tidak digunakan," ujar Rosihan Fahmi, penggagas Komunitas Rindu Menanti saat ditemui di Halte Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Rabu (18/11).

Rosihan mempertanyakan komitmen pemerintah Kota Bandung yang gencar membangun halte-halte baru, tanpa perhitungan matang.

"Masih banyak halte yang atapnya berbentuk gedung sate itu belum selesai. Kenapa malah membangun halte baru. Menurut saya lebih baik selesaikan dulu saja pembangunan halte sebelumnya," kata Rosihan.

Selain kondisinya kumuh dan tidak terawat, keberadaan halte juga tidak dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang lainnya, seperti tempat sampah, toilet dan fasilitas untuk kaum difabel.

"Bentuk halte yang ada saat ini tidak ramah untuk kaum difabel. Bagaimana mereka bisa menggunakan halte jika tidak ada akses untuk kaum difabel," tuturnya.

Rosihan bersama komunitasnya menggagas sebuah gerakan untuk memberdayakan halte di Bandung. Dia bersama sejumlah relawan menyuguhkan buku dan bahan bacaan kepada pada pengguna halte.

Melalui gerakan ini, mereka ingin menebarkan virus membaca kepada masyarakat yang sedang menunggu angkot/bus di halte. Tak hanya itu mereka juga sengaja membawa perkakas untuk membersihkan halte yang disinggahi.

Selama satu Minggu berjalan, aktivitas komunitas ini mulai mendapat respon dari masyarakat. Sebagian masyarakat mulai mengetahui terkait aktivitas mereka.

Menurut Rosihan, para relawan ini membawa buku dengan beragam jenis bacaan untuk kemudian ditawarkan kepada calon penumpang. Buku yang dibaca oleh calon penumpang dipinjamkan secara cuma-cuma alias gratis.

"Ini adalah sebuah langkah kecil untuk mengubah persepsi tentang halte. Goalnya teman-teman pengguna angkutan umum merasa nyaman berada di halte. Kalo penumpangnya menunggu di halte, bus atau angkot kan pasti tidak akan berhenti di sembarang tempat," ujar dia menandaskan. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Merdeka Bandung
  2. Infrastruktur
  3. Bandung
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini